The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terungkap Sosok KW, Orang Sipil Bantu Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir Yosua, Ini Perannya
Kuwat Maruf merupakan orang sipil yang bantu Ferdy Sambo eksekusi Brigadir J. (Foto/Facebook/Ist)
News

Terungkap Sosok KW, Orang Sipil Bantu Ferdy Sambo Eksekusi Brigadir Yosua, Ini Perannya

Rabu, 10 Agustus 2022 17:29 WIB 10 Agustus 2022, 17:29 WIB

INDOZONE.ID - Seorang warga sipil terlibat dalam pembunuhan Yosua Hutabarat atau Brigadir J akhirnya terungkap. Dialah sosok KW atau Kuwat Maruf yang membantu Ferdy Sambo.

Dalam keterangan Kapolri Listyo Sigit Prabowo menyebut ada empat orang yang ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus ini.

Masing-masing Ferdy Sambo atau FS, Bharada Eliezer atau RE, Brigadir Ricky Rizal atua RR dan Kuwat Maruf atau KW.

Peran KW turut membantu dan menyaksikan kasus pembunuhan Brigadir J.

Diketahui Kuwat Maruf merupakan sopir pribadi Putri Candrawathi, istri dari Irjen Sambo.

Kuwat juga pernah memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Komnas HAM pada Senin (1/8/2022) lalu, bersama tiga asisten rumah tangga keluarga Irjen Ferdy Sambo, dan satu ajudan bernama Brigadir Deden.

Terancam hukuman mati

Tim Khusus Polri menetapkan empat orang sebagai tersangka dalam kasus penembakan Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir J dengan sangkaan pembunuhan berencana, dan keempatnya terancam dengan pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup.

Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto dalam konferensi pers, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa malam, menyebutkan keempat tersangka adalah Bharada Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, Bripka Ricky Rizal atau Bripka R, Kuat Maruf (KW), dan Irjen Pol Ferdy Sambo.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka, menurut perannya masing-masing, penyidik menetapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP, dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” kata Agus dilansir Antara.

Agus menjelaskan peran masing-masing tersangka, yakni Bharada E berperan melakukan penembakan terhadap korban Brigadir J. Tersangka Bripka RR turut membantu dan menyaksikan penembakan, tersangka Kuat turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban.

“Irjen Pol FS menyuruh melakukan dan menskenariokan peristiwa seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak di rumah dinas Irjen Pol Ferdy Sambo di Kompleks Polri Duren Tiga,” ujar Komjen Agus pula.

Peristiwa penembakan terhadap Brigadir J atau Brigadir Joshua terjadi Jumat (8/7) lalu. Dari hasil penyidikan yang dilakukan Tim Khusus Bareskrim Polri, pada saat kejadian terdapat lima orang di tempat kejadian perkara (TKP) Duren Tiga, yakni Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo, Irjen Pol Ferdy Sambo, Kuat, Bripka Ricky Rizal, Bharada Richard Eliezer, dan korban Brigadir Joshua (Yoshua).

Menurut Agus, terungkapnya kasus ini berdasarkan penyidikan dari laporan pihak keluarga Brigadir Joshua.

Namun, karena laporan tersebut dilayangkan pada tanggal 18 Juli, penyidik menemukan kendala dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan, terlebih adanya skenario yang dibuat oleh tersangka Ferdy Sambo, pada penyelidikan awal dibuat seolah-olah ada peristiwa tembak-menembak.

Selain itu, ada upaya mengambil dan menghilangkan barang bukti di TKP, seperti pengambilan rekorder CCTV, dan lain sebagainya. Penyidik memulai penyelidikan dengan turun ke Jambi memeriksa 47 saksi terkait dengan kejadian tewasnya Brigadir J.

“Kemudian kami juga mendapatkan beberapa kendala yang ditemukan dalam proses penyelidikan dan penyidikan, seluruh tim yang bekerja,” kata Agus.

Namun, lanjut Agus, karena ancaman hukuman kasus tersebut Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana juncto Pasal 338 KUHP dengan ancaman hukuman cukup tinggi membuat Bharada E mengakui peristiwa yang sebenarnya terjadi di TKP Duren Tiga.

“Bharada E membuat pengakuan kepada penyidik setelah dilakukan pemeriksaan secara maraton,” kata Agus.

Agus menambahkan, pengakuan Bharada E membuka tabir kecurigaan dan kejanggalan dari kasus tewasnya Brigadir J dari awalnya dilaporkan tembak-menembak menjadi peristiwa penembakan atau pembunuhan.

Sementara itu, saat ini penyidik masih mendalam apa motif pembunuhan terhadap Brigadir J yang dilakukan oleh para tersangka.

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US