Pemuda Malaysia Usul Gerakan Kipas Angin Kembalikan Asap ke Indonesia
Twitter/@NeilTilbrook
News

Pemuda Malaysia Usul Gerakan Kipas Angin Kembalikan Asap ke Indonesia

Putri
Jumat, 13 September 2019 16:12 WIB 13 September 2019, 16:12 WIB

INDOZONE.ID - Mendengar kabar kabut asap yang semakin parah, seorang pemuda dari Malaysia meminta pemerintah untuk segera melakukan aksi nyata. Pria bernama Farhan ini menyerukan gerakan kipas angin untuk mengembalikan kabut asap ke Indonesia.

"Saya serukan kepada rakyat Malaysia kelaur pada tanggal 16 (September), bawa keluar kipas angin dan kita semua arahkan ke Indonesia," tulisnya lewat akun Twitter @lamkanahraf.

Unggahan yang telah berulang kali diunggah ulang ini mendapatkan tanggapan dari salah satu warga Malaysia. Ia mengunggah foto ilustrasi Menara Kuala Lumpur. Foto tersebut menunjukkan ide unik untuk mengubah menara setinggi 421 meter itu menjadi kipas angin raksasa.

"Secara kolektif, kita pasti tiup belik kabur asap ke Indonesia! Ayo rakyat Malaysia!!" serunya.

Seruan oleh pemuda Malaysia ini sebenarnya mengandung sindiran baik untuk pemerintah Malaysia maupun untuk Indonesia. Sindiran ini bertujuan untuk berhenti saling menyalahkan dan segera mengambil tindakan.

asap
Twitter/@NeilTilbrook

Meskipun begitu, di sisi lain masih ada sejumlah pemuda Malaysia yang menilai bahwa bencana kabut asap yang terjadi perlu dilihat sebagai bagian dari perubahan iklim dan kerusakan lingkungan.

Seorang warga bernama Mimie Rahmna mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Malaysia beserta juga warga harus bisa saling bekerja sama untuk memerangi kabut asap. Hal ini dinilai lebih baik daripada hanya saling menuduh.

"Buat perubahan, tidak hanya untuk negara ini, tetapi secara global dalam memerangi bukan hanya masalah kabut asap namun juga isu lain terkait perubahan iklim," ungkapnya.

asap
instagram/@NeilTilbrook

Mimie menjelaskan bahwa warga perlu berperan aktif dalam upaya mengatasi kabut asap yang kian memburuk.

"Ketika kita melihat kebakaran di ruang terbuka, kita perlu melakukan sesuatu dan berhenti untuk hanya sekadar melihat," ujarnya.

Sementara itu, Victor Raj yakin bahwa banyak hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran tentang perubahan iklim. Victor menilai bahwa orang-orang hanya mementingkan kebutuhannya sendiri tanpa memikirkan dampak dan efek apa yang akan mengancam kedepannya.

"Orang-orang tidak berempati dengan perubahan iklim karena tidak melihat dampaknya langsung di kehidupan mereka. Jika kita kehilangan planet kita, maka kegiatan apapun iidak akan relevan lagi" ujar Victor.

asap
ANTARA FOTO/FB Anggoro

Victor meminta pemerintah Indonesia untuk meningkatkan edukasi kepada pekerja pertanian dan perkebunannya. Edukasi ini ditujukan agar para petani tidak menempuh jalan pintas, membuka lahan dengan pembakaran terbuka yang selama ini selalu menjadi penyebab kabut asap di Sumatera dan Kalimantan.

Di sisi lain, Keshia Mahmood mengatakan bahwa pemerintah Indonesia dan Malaysia harus memperkuat kerja sama untuk memerangi bencana kabut asap yang melanda wilayah Malaysia, Sumatera, hingga Kalimantan.

"Saya pikir pemerintah Malaysia melakukan yang terbaik yang bisa dilakukan. Saya hanya berharap mereka (pemerintah Indonesia dan Malaysia) dapat bekerja sama untuk menemukan solusi," ujarnya.

    TAG
    Editor Media
    Editor Media

    Putri

    Editor
    ARTIKEL LAINNYA
    LOAD MORE