The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Aksi Teror Bom Gereja Katedral, Tengku Zulkarnain Temukan Kejanggalan, 'Saya Nanya Nih Ya'
Tengku Zulkarnain (Instagram)
News

Aksi Teror Bom Gereja Katedral, Tengku Zulkarnain Temukan Kejanggalan, 'Saya Nanya Nih Ya'

Selasa, 30 Maret 2021 17:44 WIB 30 Maret 2021, 17:44 WIB

INDOZONE.ID - Mantan Wakil Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Tengku Zulkarnain menyinggung teka-teki dalam peristiwa bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar, Sulawesi Selatan.

Awalnya, Tengku Zulkarnain mengomentari temuan sejumlah barang yang berkaitan dengan Front Pembela Islam (FPI) dalam penggerebekan rumah terduga teroris.

Dia menyoroti kondisi seragam hingga buku-buku FPI yang terlihat masih baru.

"Wih, masih baru baru banget. Kayaknya belum pernah dipakai, tuh...Kalau benda lama bagaimana cara menjaganya bisa sebersih itu. Kayak masih baru sekali...," tulisnya melalui akun Twitter @ustadtengkuzul, Selasa (30/3/2021).

Tak lama kemudian, Tengku Zulkarnain juga menyoroti penggalan foto pelaku sebelum melakukan bom bunuh diri di gerbang Gereja Katedral Makassar.

"Ini orang bisa naik motor di jalan raya tidak pakai helm. Polisi pada ke mana ya? Kok bisa lolos naik motor di jalan raya tanpa helm. Saya nanya, nih ya... Terus yg menfoto siapa? Dari mana asal foto...? Selfie? Mustahil... Tolong Polisi Check, ya...Terimakasih," kicau Tengku Zulkarnain.

Sebelumnya, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, dua pelaku bom bunuh diri di gerbang masuk Gereja Katedral Makassar adalah pasangan suami istri.

Mereka baru saja menikah sejak enam bulan lalu.

"Betul pelaku pasangam suami istri baru menikah enam bulan," kata Argo dilansir dari ANTARA, Senin (29/3/2021).

Argo menjelaskan, identitas kedua pelaku bom bunuh diri tersebut telah diketahui. Pelaku laki-laki berinisial L dan perempuan berinisial YSF.

Keduanya berprofesi sebagai pekerja swasta.

"Penyelidikan masih terus dilakukan termasuk mengungkap pelakunya lainnya," ujar Argo.

Menurut Argo, sejumlah tempat sudah digeledah untuk mencari bukti lainnya. Termasuk rumah tempat tinggal pelaku.

"Kita tunggu hasil kerja anggota di lapangan. Dan kami berharap semua dapat diungkap dengan jelas," kata Argo.

Argo menambahkan, pelaku merupakan bagian dari kelompok militan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) yang pernah melakukan pengeboman di Jolo Filipina. 

"Pelaku berafiliasi dengan JAD," ujar Argo.

Peristiwa bom bunuh diri terjadi di gerbang Gereja Katerdal Jalan Kajaolalido, Kelurahan Baru, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Pelaku datang ke gereja menggunakan sepeda motor matik dengan nomor polisi DD 5894 MD.

Akibat peristiwa tersebut, kedua pelaku meninggal dunia di tempat. Sedangkan masyarakat sipil juga mengalami luka.

Hingga kini, korban yang masih dirawat di rumah sakit berjumlah 15 orang. 13 di antaranya di rawat di RS Bhayangkari Makassar dan 2 lainnya di RS Siloam.

"Dari 19 korban luka saat ini tinggal 15 orang, 4 lainnya diperbolehkan pulang menjalani rawat jalan," kata Argo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US