The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Datang ke Sidang Jerinx, dr Tirta: 'Jangan Bicara Ga Niat Memenjarakan di Depan Media'
Kolase foto dr Tirta (Instagram @dr.tirta) dan Jerinx (ANTARA)
News

Datang ke Sidang Jerinx, dr Tirta: 'Jangan Bicara Ga Niat Memenjarakan di Depan Media'

Selasa, 10 November 2020 22:16 WIB 10 November 2020, 22:16 WIB

INDOZONE.ID - Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta kembali menyampaikan dukungannya kepada I Gede Ary Astina alias Jerinx yang tengah tersandung hukum.

Bahkan, dr Tirta menyempatkan datang ke Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, saat Jerinx menyampikan pledoi atau pembelaan pada sidang Selasa (10/11/2020).

Melalui media sosialnya, dr Tirta meluapkan ketidaksepakatan terkait tuntutan terhadap suami Nora Alexandra tersebut.

"Sekali lagi, sampe di sidang tadi, baik saya dan @jrxsid itu berbeda pandangan soal covid dan who. Tapi kami debat sehat, yang saya TIDAK setuju: tuntutan 3 tahun, dan tekanan agar saya ga bantu jrx di sidang. Coba d cek, akibat pelaporan? Apakah mengubah fakta hujatan ke nakes? Tambah banyak. Bullying? Banyak, trust issue? Berkurang hehe, karena fans jrx gantian mencari kesalahan nakes, jadinya kaya revenge gitu bro sis," tulisnya melalui akun Instagram @dr.tirta.

dr Tirta khawatir kasus yang menyeret Jerinx akan berdampak besar dalam tiap perbedaan pendapat.

"Lalu, jika jrx d penjara, akan berapa banyak orng yg di penjara karena ngmng 'jancok' 'kacung' dst? Jika ada hujatan, debat argumen, yg membuat tersinggung, Jika mediasi klarifikasi mentok, barulah lapor2. Polisi bertugas hanya mengurus laporan Jaksa mentuntut Hakim vonis. Semua kembali ke pihak2 yg tersinggung atas ucapan, dan menjadi pelapor dan saksi pelapor," tulisnya.

"Jangan bicara ga niat memenjarakan di depan media, kalo ga niat menjarain, saya yakin mediasi akan d utamakan sebelum dilaporkan pidana hehe," pungkasnya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Sekali lagi, sampe di sidang tadi, baik saya dan @jrxsid itu berbeda pandangan soal covid dan who . Tapi kami debat sehat, yang saya TIDAK setuju: tuntutan 3 tahun, dan tekanan agar saya ga bantu jrx di sidang . Coba d cek, akibat pelaporan? Apakah mengubah fakta hujatan ke nakes? Tambah banyak. Bullying? Banyak, trust issue? Berkurang hehe, karena fans jrx gantian mencari kesalahan nakes, jadinya kaya revenge gitu bro sis . Lalu, jika jrx d penjara, akan berapa banyak orng yg di penjara karena ngmng "jancok" "kacung" dst? . Jika ada hujatan, debat argumen, yg membuat tersinggung, Jika mediasi klarifikasi mentok, barulah lapor2 . Polisi bertugas hanya mengurus laporan Jaksa mentuntut Hakim vonis . Semua kembali ke pihak2 yg tersinggung atas ucapan, dan menjadi pelapor dan saksi pelapor . Jangan bicara ga niat memenjarakan di depan media, kalo ga niat menjarain, saya yakin mediasi akan d utamakan sebelum dilaporkan pidana hehe

A post shared by Cipeng | TIRTA (@dr.tirta) on

Dokter sekaligus influencer Tirta Mandira Hudhi atau dr Tirta mendatangi Pengadilan Negeri Denpasar, Bali, Selasa (10/11/2020).

Kedatangan dr Tirta tak lain untuk memberi dukungan kepada I

Dia mengaku tidak sepakat jika drummer Superman Is Dead itu dituntut tiga tahun penjara.

Dukungan inipun disambut baik pihak keluarga Jerinx. Melalui media sosial, istri Jerinx, Nora Alexandra mengungkapkan rasa terima kasih.

Dia juga meminta maaf karena tidak bisa memberi kenyamanan saat di perjalanan.

"Disini Nora mau mengucapkan terima kasih kepada @dr.tirta dgn atas nama pribadi support JRX, maaf tadi saya & kawan saya ajak naik mobil sempit2tan dan sesak maaf jika kurang nyaman Dokter hehehe," tulis Nora melalui akun Instagram @ncdpapl.

Sementara pada persidangan yang digelar, Jerinx memohon kepada majelis hakim untuk diberikan hukuman percobaan atau menjadi tahanan rumah.

"Jika Yang Mulia Majelis Hakim berkenan mengiizinkan misalnya jika nanti saya memang harus divonis bersalah saya mohon dengan sangat hormat agar bisa diberikan hukuman percobaan atau tahanan rumah karena keluarga saya tidak ada yg menjaga dirumah. Dan saya harus menghidupi istri, ibu mertua, ibu dan adik-adik saya," kata Jerinx saat membacakan pledoi atau pembelaan.

Jerinx berjanji tidak mengulangi perbuatan yang sama dan tidak akan membuat gaduh pihak-pihak yang merasa terganggu dengan keberadaannya dan akan bijaksana dalam menggunakan media sosial.

"Jika saya terbukti melakukan kegaduhan lagi, saya siap dihukum seberat-beratnya. Saya hanya memikirkan hati dan ketenangan istri dan keluarga saya," ucapnya.

Jerinx menambahkan, selama ini dia hanya menyampaikan pendapat masyarakat yang mengadu kepadanya karena tidak punya tempat mengadu.

"Semoga Yang Mulia bisa memberikan pertimbangan seadil-adilnya, sebijak-bijaknya. Jika pun saya bersalah saya mohon agar diberikan sebagai tahanan rumah dan hukuman percobaan," katanya.

Selain itu, Jerinx mengatakan ingin menjawab apa yang menjadi tuntutan JPU sebelumnya.

"Saya dituduh menyakiti perasaan seluruh dokter di Indonesia yang menangani COVID, ini saya rasa tuduhan yang tidak masuk akal dan tidak masuk nalar. Balik lagi statistik dan survey apakah jaksa pernah wawancara cara dokter-dokter dari Sabang sampai Merauke karena faktanya, tidak sedikit dokter akademisi yang setuju dengan beberapa pendapat saya," kata dia.

Menanggapi hal tersebut, majelis hakim yang diketuai oleh Ida Ayu Adnya Dewi mengatakan bahwa majelis hakim akan mempertimbangkan apa yang disampaikan terdakwa.

"Apa yang saudara sampaikan akan dipertimbangkan ya," kata dia.

Sebelumnya Jaksa Penuntut Umum yang dikoordinatori oleh Otong Hendra Rahayu menuntut terdakwa Jerinx selama tiga tahun penjara, denda Rp10 juta dan subsider tiga bulan kurungan.

Tuntutan terdakwa Jerinx, sesuai dengan Pasal 28 ayat (2) Jo. Pasal 45A ayat (2) UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 64 ayat (1) KUHP.

Adapun hal-hal yang memberatkan yaitu terdakwa tidak menyesali perbuatannya, terdakwa pernah walk out di persidangan, perbuatan terdakwa meresahkan masyarakat, perbuatan terdakwa melukai perasaan dokter seluruh Indonesia yang menangani pasien COVID-19.

Sedangkan hal-hal yang meringankan yaitu terdakwa belum pernah dihukum, terdakwa mengakui perbuatannya, terdakwa masih muda dan masih bisa dilakukan pembinaan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US