The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosialisasikan Pencegahan Covid-19, Nadiem: Bahasa Ibu Lebih Efektif Dekatkan Isi Pesan
Nadiem Makarim. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/foc/pri)
News

Sosialisasikan Pencegahan Covid-19, Nadiem: Bahasa Ibu Lebih Efektif Dekatkan Isi Pesan

Lebih Efisien Gunakan Bahasa Daerah

Selasa, 01 Desember 2020 21:09 WIB 01 Desember 2020, 21:09 WIB

INDOZONE.ID - Berbagai cara telah dilakukan pemerintah terkait  pencegahan penyebaran COVID-19, salah satunya yakni dengan kampanye-kampanye mengenai protokol pencegahan COVID-19.

Namun banyak masyarakat khususnya yang berada di daerah kesulitan mengerti dengan bahasa yang digunakan dalam kampanye tersebut.

Dilansir dari Antara Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan kampanye pencegahan penyebaran COVID-19 harus dengan bahasa yang mudah dipahami masyarakat, seperti menggunakan bahasa daerah.

“Terdapat tantangan yang besar menyangkut kebahasaan terkait isi kampanye dan ini harus cepat ditangani,” kata Nadiem dalam peluncuran Pedoman Perubahan Perilaku Protokol Kesehatan 3M dalam 77 Bahasa Daerah di Jakarta, seperti yang dikutip INDOZONE pada Selasa, (1/12/20).

Kampanye 3M merupakan slogan perubahan perilaku masyarakat, singkatan dari memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. 

Sebelumnya pemerintah telah gencar sosialisasikan video “Pesan Ibu” agar 3M lebih masif diterapkan.

Mendikbud menyebut strategi Kemendikbud adalah mengubah pesan-pesan itu ke dalam bahasa yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu bahasa daerah. Bahasa daerah sebagai bahasa ibu, dinilai sebagai sarana yang lebih efektif untuk mendekatkan isi pesan secara emosional kepada para pendengarnya.

Nadiem juga menambahkan pedoman tersebut dapat digunakan sebagai materi sosialisasi sebelum Pemerintah Daerah (PEMDA) memutuskan pembelajaran tatap muka pada Januari 2021 mendatang.

Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikbud E Aminudin Azis menyampaikan pihaknya sangat hati-hati dalam proses penerjemahan.

“Kami uji coba juga pada ahli bahasa daerah setempat, lalu kami perbaiki, baru kami uji coba lagi kepada masyarakat,” katanya Aminudin.

Aminudin menyebut awalnya Satgas COVID-19 memohon bantuan kepada Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa untuk menerjemahkan pedoman perubahan perilaku dalam masa pandemi ke dalam 34 bahasa daerah.

Namun mengingat luasnya wilayah dan beragamnya bahasa di Indonesia, pihaknya merasa perlu menerjemahkan pedoman ini ke dalam lebih banyak bahasa, sehingga berkembang dari 34 bahasa sesuai jumlah provinsi menjadi 77 bahasa. Jumlah itu dikatakan Aminudin, besar kemungkinan akan terus bertambah karena masih ada balai dan badan yang melakukan proses penerjemahan di daerah.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri Octapia Saragih

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US