The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Motif Polisi Pangkat Aipda Tega Habisi Nyawa 2 Wanita Muda di Medan, Rizka dan Aprilia
Riska Fitria (21 tahun) semasa hidup (kanan) dan saat ditemukan tewas (kiri). (Ist)
News

Motif Polisi Pangkat Aipda Tega Habisi Nyawa 2 Wanita Muda di Medan, Rizka dan Aprilia

Kamis, 25 Februari 2021 17:06 WIB 25 Februari 2021, 17:06 WIB

INDOZONE.ID - Pembunuhan dua wanita warga Medan Belawan akhirnya terungkap. Oknum polisi berpangkat Aipda ternyata sosok dibalik hilangnya nyawa Rizka Fitria dan Aprilia Cinta

Kedua korban diketahui sebagai teman dekat dan sering bermain bersama.

Informasi terkait dengan pelaku yang sudah dibekuk pihak kepolisian dibenarkan oleh Kabid Humas Polda Sumut.

"Iya benar," kata Kombes Pol Hadi Wahyudi yang dihubungi Indozone, Kamis (25/2/2021).

Berdasarkan informasi yang dihimpun oknum polisi berpangkat Aipda itu bernama Roni Syahputra.

Kombes Pol Hadi Wahyudi. (Ist)
Kombes Pol Hadi Wahyudi. (Ist)

Terkait dengan motif pelaku tega menghabisi nyawa kedua perempuan itu diduga lantaran sakit hati. 

Saat ini pelaku masih dalam penelidikan terkait motif detail pembunuhan.

Diketahui jasad Rizka Fitria dan Aprilia Cinta ditemukan di dua tempat berbeda. Masing-masing di Medan dan Perbaungan.

Jenazah Rizka Fitria pertama kali ditemukan supir truk pada Senin (22/2/2021) sekira pukul 01.30 WIB di Jalinsum Kecamatan Perbaungan, Serdangbedagai dengan mengenakan kemeja hitam. 

Sementara Jenazah Aprilia Cinta ditemukan di Kelurahan Pulo Brayan Kota, Medan Barat pada Senin (22/2/2021) pagi dengan pakaian loreng-loreng cokelat.

Untuk jasad wanita yang ditemukan di Perbaungan, diketahui bernama Riska Fitria (21 tahun). Saat jasadnya ditemukan, ia memakai kemeja hitam motif garis kotak-kotak dan celana hitam.

Sedangkan mayat wanita yang ditemukan di Medan, mengenakan pakaian motif kulit macan tutul, namanya Aprilia Cinta (16 tahun).

Baik Sinta maupun Riska Fitria sama-sama tinggal di Lorong VI, Veteran Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan.

Keduanya diketahui pergi bersama dari rumah masing-masing sebelum ditemukan mayatnya di lokasi terpisah.

Hal itu disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Serdang Bedagai, AKP Pandu Winata kepada wartawan, saat berada di RSUD Sultan Sulaiman di Sei Rampah, Serdangbedagai.

Menurut Pandu, jasad wanita itu pertama kali ditemukan oleh seorang sopir truk dalam posisi telungkup.

Setelah itu, sopir truk memberitahu kepada juru parkir, yang kemudian melapor ke Polsek Perbaungan.

Setelah polisi turun dan melakukan identifikasi, korban dibawa ke RSUD Sultan Sulaiman.

"Kami sudah komunikasi dengan keluarga, korban ini tadinya keluar bersama dengan temannya, perempuan juga, sama-sama perempuan, kebetulan temannya juga meninggal, ditemukan di wilayah hukum Medan," kata Pandu.

Lebih jauh, Pandu menyebut bahwa pacar korban telah diperiksa, dan pihaknya akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian di Medan untuk menemukan benang merah dari kasus penemuan dua mayat wanita ini.

"Tentunya kami akan tindaklanjut, kami akan koordinasi dengan (polisi) Medan, dan juga dengan Polres Belawan, karena korban ini merupakan staf honorer di Polres Belawan," ujarnya.
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US