The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Bongkar Ada Kelompok Jenderal di Institusi Polri, IPW: Saling Sandera Satu Sama Lain!
Ketua IPW Sugeng Santoso. (INDOZONE/Harits Tryan)
News

Bongkar Ada Kelompok Jenderal di Institusi Polri, IPW: Saling Sandera Satu Sama Lain!

Selasa, 08 November 2022 09:05 WIB 08 November 2022, 09:05 WIB

INDOZONE.ID - Indonesian Police Watch (IPW) membongkar adanya kelompok-kelompok perwira tinggi di instititusi Polri. Bahkan menurut IPW, kelompok ini disebut IPW saling sandera perihal kasus tertentu.

Hal itu disampaikan langsung oleh Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso. Sugeng awalnya berbicara terkait viralnya video Ismail Bolong yang mengaku menyetor dana Rp 6 Miliar ke Kabareskrim Komjen Agus Andrianto untuk mengamankan tambang ilegal hingga adanya pernyataan susulan dari Ismail yang menarik ucapannya dan meminta maaf ke Kabareskrim.

"Dengan adanya pembelaan diri Ismail Balong setelah munculnya video viral bahwa anggota polisi di Polresta Samarinda tersebut diduga memberikan uang langsung ke Kabareskrim dengan total Rp 6 miliar memunculkan sinyal saling sandera antara para jenderal nyata terjadi," kata Sugeng kepada wartawan, Selasa (8/11/2022).

Baca Juga: DPR Minta soal Video Pengakuan Setoran Tambang ke Petinggi Polri Segera Diusut

Sugeng menyebut pengakuan Ismail sejatinya sengaja disimpan sebagai bentuk sandera. Hal tersebut disebutnya sudah ada pada massa Kadiv Propam Polri masih dijabat oleh Ferdy Sambo.

"Pengakuan Ismail Bolong itu oleh Propam Polri jaman Ferdy Sambo menjadi Kadiv Propam memang disimpan sebagai alat sandera," beber Sugeng.

Baca Juga: IPW Desak Kapolri Bentuk Timsus Usut Dugaan Tambang Ilegal Seret Petinggi Polri

Selanjutnya, Sugeng menyebut saat Ferdy Sambo dkk terjerumus kasus pembunuhan Brigadir J. Ditengah kasus ini kemudian muncul pengakuan dari Ismail Bolong yang kemudian disusul pengakuan Ismail yang berbeda.

"Hal ini menjadi nyata saat kelompok Ferdy Sambo masuk jurang dengan adanya kasus Duren Tiga sehingga pengakuan terakhir Ismail Bolong sebagai serangan lanjutan dengan menyatakan dirinya saat itu ditekan oleh Karo Paminal Brigjen Hendra Kurniawan untuk mengakui soal uang setoran buat Kabareskrim Polri," pungkas Sugeng.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
TERKAIT DENGAN INI
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US