The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Akhir Tragis Pemuda di Samarinda, Tenggelam Usai Terjun ke Kolam Bekas Galian Tambang
Detik-detik Febi Abdi Witanto.terjun bebas lalu tenggelam di danau bekas galian tambang batu bara di Samarinda. (Ist)
News

Akhir Tragis Pemuda di Samarinda, Tenggelam Usai Terjun ke Kolam Bekas Galian Tambang

Senin, 01 November 2021 19:36 WIB 01 November 2021, 19:36 WIB

INDOZONE.ID - Sungguh tragis akhir kisah hidup Febi Abdi Witanto (25 tahun). Pemuda yang merupakan warga Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda, Kalimantan Timur, itu meninggal dunia dan tenggelam ke kedalaman danau bekas galian tambang batu bara, tak jauh dari rumahnya pada Minggu sore (31/10/2021).

Dalam rekaman video yang beredar di media sosial, Febi tampak berlari sejauh beberapa meter, sebelum terjun bebas ke danau bekas galian tambang tersebut. Ketinggian tebing ke air danau itu sekitar 25 meter. 

Video itu direkam oleh salah seorang teman Febi dari sisi samping. Dalam video itu terlihat, Febi tidak mendarat dengan sempurna ke dalam air. Kakinya sedikit terpeleset sebelum terjun ke bawah.

Febi sempat bangkit dan berenang ke tepi sebelum tenggelam. Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Febi sempat bangkit dan berenang ke tepi sebelum tenggelam. Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Diduga Terbentur Batu dan Sesak Napas

Usai terjun ke air, Febi sempat berenang ke tepian. Ia lalu berdiri dan membalikkan badan. 

Namun tak lama kemudian, ia tumbang, mengambang, sebelum akhirnya tenggelam. Diduga, saat mendarat di air, Febi terbentur batu sehingga dadanya sesak.

Teman-teman Febi Abdi Witanto hanya melihat dari atas. (ist)
Teman-teman Febi Abdi Witanto hanya melihat dari atas. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Teman-temannya, yang tidak mengetahui apa yang sesungguhnya terjadi pada Febi, saat itu terdengar tertawa terbahak-bahak.

Mereka baru berhenti tertawa setelah mengetahui Febi tak nampak lagi batang hidungnya.

Jasadnya Hilang

Setelah menyadari musibah yang menimpa Febi, teman-teman Febi lantas melapor ke warga, yang kemudian disampaikan ke polisi.

Lantas, Tim Basarnas Unit Siaga Samarinda melakukan pencarian jasad Febi, dengan menyusuri danau.

"Belum membuahkan hasil," ujar Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo.

Pencarian dihentikan pada hari Minggu dan dilanjutkan pada hari ini, Senin. Namun, hasilnya masih juga belum berhasil meski tim SAR sudah menyelam sejauh 30 meter ke kedalaman danau.

Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Warga ramai menyaksikan jasad Febi usai tenggelam. Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Ritual Sang Ibu

Karena tak juga ketemu, ibu kandung Febi pun melakukan ritual dengan turun ke danau tersebut, hari Senin (1/11/2021).

Ia menggunakan selembar kain dan memasukkan ke dalam air danau, sambil memanggil-manggil nama Febi. Ritual semacam itu diyakini warga setempat sebagai bentuk upaya agar jasad korban segera ditemukan.

"Ini hanya ikhtiar," ujar salah seorang anggota keluarga Febi.

Sampai berita ini ditayangkan, jasad Febi masih juga belum ketemu. Polisi telah memasang garis polisi dan mencegah warga untuk berada di lokasi kejadian.

Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)
Garis polisi dipasang di lokasi terjunnya Febi. (Foto: Dok Inafis Polresta Samarinda)

Menurut teman-temannya, hari itu Febi sangat ingin mengajak teman-temannya mandi di danau tersebut. Teman-temannya sempat menolak ajakannya, namun akhirnya mengiyakan.

Sebagai orang yang mengajak, Febi pun lantas unjuk gigi lebih dulu, dengan terjun bebas ke danau tersebut dari ketinggian 25 meter.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US