The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tangani Corona, Jubir Covid-19: Jangan Bandingkan Indonesia dengan Negara Kecil
Achmad Yurianto (ANTARA)
News

Tangani Corona, Jubir Covid-19: Jangan Bandingkan Indonesia dengan Negara Kecil

Beda jumlah penduduk.

Jumat, 12 Juni 2020 18:08 WIB 12 Juni 2020, 18:08 WIB

INDOZONE.ID - Juru bicara penanganan Covid-19 Ahmad Yurianto mengimbau agar masyarakat tidak membandingkan Indonesia dengan negara-negara yang hanya memiliki satu daratan dalam hal penanganan virus Corona.

Ia menjelaskan bahwa dari segi luas wilayah, Indonesia merupakan negara yang memiliki kepulauan kurang lebih sebanyak 17 ribu yang terletak di antara selat dan lautan. Hal itu tentu akan membuat risiko ancaman pandemi yang berbeda-beda.

"Permasalahannya tidak mungkin, seluruh Tanah Air dengan kepulauan yang demikian luas, kita analogikan dengan negara lain yang hanya satu daratan dengan jumlah penduduk yang lebih sedikit dibandingkan dengan Tanah Air," ucap Yuri dalam video conference di BNPB, Jakarta, Jumat (12/6/2020).

Kemudian, Yuri pun mencontohkan penanganan Covid-19 dari segi pemeriksaan yang dilakukan. Ia pun menyebutkan bahwa Korea Selatan dengan Malaysia melakukannya lebih banyak dibandingkan Indonesia.

"Kalau kemudian ini dibandingkan dengan negara lain, misalnya menghitung keseluruhan wilayah Korea, maka kita tahu Korea adalah negara daratan kita lihat bahwa per satu juta penduduk yang dilakukan pemeriksaan adalah 20.810," ungkapnya.

"Kemudian kalau kita lihat Malaysia 19.120, kalau kita lihat Vietnam 2.827. Namun jika kemudian angka ini kita analogikan dengan apa yang telah dilakukan Pemda DKI maka kita lihat, bahwa persatu juta penduduk di DKI pemeriksaan dilaksanakan 17.954 orang," tambah Yuri.

Oleh sebab itu, dengan jumlah penduduk yang banyak dengan wilayah sangat luas, Yuri mengatakan bahwa pemerintah Indonesia telah menangani kasus Corona dengan baik.

"Artinya angka ini tidak mengesankan kita tidak menangani dengan baik. Ini adalah realisasi dari amanat yang diperintahkan presiden untuk melakukan pemeriksaan masif," tutupnya.

TAG
Edi Hidayat
Dinno Baskoro
Sarah Hutagaol
JOIN US
JOIN US