The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh! Oknum Guru Besar USU Juga Diduga Rasis ke Natalius Pigai, Ini Katanya
Tangkapan layar cuitan Guru Besar USU Profesor Yusuf Leonard (Twitter @ProfYLH)
News

Heboh! Oknum Guru Besar USU Juga Diduga Rasis ke Natalius Pigai, Ini Katanya

Senin, 25 Januari 2021 20:42 WIB 25 Januari 2021, 20:42 WIB

INDOZONE.ID - Kasus dugaan rasisme terhadap aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai mendapat sorotan dari berbagai pihak.

Selain Ambroncius Nababan, ujaran rasisme terhadap Pigai diduga juga dilakukan oknum lainnya.

Bahkan, beredar tangkapan layar unggahan media sosial Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) Profesor Yusuf Leonard Henuk yang diduga turut melakukan tindakan rasis.

Pada foto yang beredar, Prof Yusuf memajang foto seekor kera sedang bercermin dan disandingkan dengan foto Natalius Pigai.

"Pace @NataliusPigai2 beta mau suruh ko pergi ke cermin lalu coba bertanya pada diri ko:"Memangnya @NataliusPigai2 punya kapasitas di negeri ini?".Pasti ko berani buktikan ke @edo751945 & membantah pernyataan @ruhutsitompul yang tentu dapat dianggap salah,” tulis cuitan pada foto yang beredar.

Guru besar usu rasis natalius pigai
Tangkapan layar cuitan Guru Besar USU Profesor Yusuf Leonard Henuk

Cuitan yang diduga dilakukan seorang Guru Besar tersebut langsung menuai kecaman.

Satu di antaranya datang dari polikus Partai Demokrat Muhammad Rifai Darus.

"STOP RASISME !!!! Apa yang dilakukan oleh Prof Yusuf L Henuk dan Drs. Ambroncius LM Nababan diMedsos terhadap Natalius Pigai adalah Bentuk Rasisme, kita akan lihat Peran dan Janji Kapolri yang Baru apakah 'Hukum Masih Tajam Kebawah dan Tumpul keatas'???*MRD*" tulis Rifai melalui akun Twitter @RifaiDarusM, Minggu (25/1/2021).

Mendapat tuduhan rasis, Prof Yusuf mengaku tidak bersalah. Dia membantah telah melakukan tindakan rasis terhadap Pigai.

"KLARIFIKASI @ProfYLH:Soal serangan ke @NataliusPigai3 bukan @ProfYLH saja,jadi berita ini sesatkan&rugikan @ProfYLH(http://share.babe.news/s/FyMcMfUQvR), karena diskusi kami tanggapi tanggapan @edo751945 & @ruhutsitompul, @nataliupigai3 harus tanggapi/klarifikasi soal 'ilustrasi monyet&cermin'," cuitnya melalui akun @ProfYLH.

Menurutnya, cuitan itu dimaksudkan agar Pigai interopeksi diri.

"SUDAHLAH SEMUA,SETELAH @ProfYLH TELAH KLARIFIKASI"SINDIRAN"SOAL "MONYET & CERMIN" KE @NataliusPigai3  YANG INTINYA@NataliusPigai3 HARUS "INTROSPEKSI DIRI",SEHINGGA DENGAN DEMIKIAN @ProfYLH  DAPAT MENGKLAIM TAK MELAKUKAN RASISME TAPI JELAS"SINDIRAN"SEMATA AGAR NP INTROSPEKSI DIRI," cuitanya lagi.

Sementara itu, kasus dugaan rasisme oleh Ambroncius Nababan telah diambil alih oleh Bareskrim Polri.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono memastikan aparat kepolisian akan mengusut kasus ini secara profesional dan transparans serta berkeadilan.

Argo, petugas sudah melihat adanya hal yang tidak pantas dari unggahan tersebut. 

"Bahwa akun rasisme tersebut ada di media sosial yaitu Facebook, yang atas namanya AN yang diduga mengunggah foto yang tidak pantas," kata Argo di Gedung Humas Polri, Jakarta Selatan, Senin (25/1/2021).

Serangan rasis kembali terjadi terhadap aktivis HAM asal Papua, Natalius Pigai.

Kali ini, ujaran rasis tersebut diduga dilakukan oleh Ambroncius Nababan.

Mirisnya, Ambroncius merupakan satu di antara relawan Presiden Joko Widodo. Dia disebut-sebut menjabat ketua kelompok relawan bernama Projamin.

Kalimat rasis itu diduga diunggah Ambroncius melalui media sosial Facebook dan kini telah dihapus. Meski demikian, tangkapan layarnya sudah beredar luas.

Hal itu menyebabkan berbagai protes. Tak hanya dari kalangan warga Papua, namun sejumlah tokoh. Seperti Gus Umar dan Roy Suryo.

Mantan Kepala Staf Umum TNI Letnan Jenderal TNI (Purn) Johannes Suryo Prabowo, turut angkat bicara mengenai serangan rasisme yang dialami aktivis HAM Natalius Pigai.

Seperti diketahui, Pigai baru-baru ini mendapat serangan rasis dari Ambroncius Nababan yang diduga relawan Presiden Jokowi.

Menurut Ketua Tim Pelaksana Komite Kebijakan Industri Pertahanan (KKIP) ini, tindakan rasis tersebut berpotensi membuat perpecahan di antara anak bangsa.

Hal ini diungkapkan Suryo melalui akun media sosial Twitter @JSuryoP1, Sabtu (23/1/2021).

"Pernyataan orang seperti Ambroncius Nababan ini yg bisa membuat NKRI terbelah," tulis Suryo Prabowo.

Reaksi aktivis HAM asal Papua Natalius Pigai usai mengalami kembali serangan rasis mengejutkan.

Pigai mengunggah cuitan yang membawa serta Menteri Pertahanan AS yang baru, Lloyd J Austin.

Austin sendiri merupakan warga AS keturunan Afrika. Pigai memberi apresiasi kepada Austin yang menjadi orang keturunan Afrika pertama yang mengepalai Petagon.

Pigai kemudian menceritakan bahwa warga Papua kerap mengalami rasis.

Pigai pun mengunggah tangkapan layar ujaran rasis yang dilakukan Ambroncius.

"I am proud of you, mr @LloydAustin black African American most powerful gentlement in the world. We have been on fire againt Indonesian Colective (state) Racism to black African Melanesian (Papuan) more then 50 years. Torture, killing & slow motion genocide. We need attention," tulis Natalius.

Jika diartikan, cuitan itu berbunyi: Saya bangga pada Anda, mr @LloydAustin orang kulit hitam Afrika-Amerika terkuat di dunia. Kami telah melawan rasisme kolektif (negara) Indonesia terhadap orang kulit hitam Melanesia Afrika (Papua) lebih dari 50 tahun. Penyiksaan, pembunuhan & genosida secara perlahan. Kami butuh perhatian.

Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US