The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Polisi Cek CCTV Bandara Soetta Terkait Viral Wanita Mengaku Dilecehkan saat Rapid Test
Cek poin pemeriksaan kesehatan di Bandara Soekarno Hatta. (Instagram/soekarnohattaairport)
News

Polisi Cek CCTV Bandara Soetta Terkait Viral Wanita Mengaku Dilecehkan saat Rapid Test

Sedang mendalami kasus.

Senin, 21 September 2020 13:32 WIB 21 September 2020, 13:32 WIB

INDOZONE.ID - Polres Bandara Soekarno Hatta (Soetta) saat ini tengah mendalami kasus viralnya seorang wanita yang mengaku dilecehkan saat melakukan rapid test di Bandara Soekarno Hatta. Polisi berencana akan melakukan pengecekan CCTV dengan bertujuan melihat apa yang terjadi pada saat itu.

"Upaya-upaya yang dilakukan Polres Bandara Soetta telah bekerja sama dengan airport center yang ada di Bandara Soetta untuk meminta CCTV yang ada," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/9/2020).

Yusri tidak menjelaskan secara pasti mengenai CCTV itu. Sebab, pihaknya masih berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memintai CCTV disekitar lokasi kejadian.

Lebih jauh Yusri mengatakan, pihaknya hari ini juga sudah berangkat menuju Bali untuk bertemu dengan korban. Pihak kepolisian juga sudah melakukan koordinasi dengan pihak penyelenggara rapid test di Bandara Soetta.

"Juga sudah berkoordinasi dengan pelaksana rapid test dalam hal ini PT Kimia Farma yang kemarin PT Kimia Farma penanggung jawabnya telah melakukan klarifikasi karena kita pengen tahu dia pelaku bekerja sebagai dokter atau petugas kesehatan," ungkap Yusri.

Seperti diketahui, pengguna Twitter dengan akun @listongs mengaku menjadi korban pelecehan saat menjalani rapid test di Bandara Soekarno Hatta. Tak hanya dilecehkan, dia juga mengaku diperas oleh diduga oknum dokter disana.

Kasus ini bermula saat korban ingin melakukan penerbangan dan berniat melakukan rapid test di Bandara Soetta. Hasil rapid itu menunjukan jika korban reaktif Covid-19 namun yang diduga oknum dokter itu menawarkan mengubah data hasil rapid tes korban menjadi non reaktif dengan biaya sebesar Rp1,4 juta.

Setelah korban menyetujuinya, diduga oknum dokter itu langsung melakukan tindakan pelecehan terhadap korban. Korban langsung menceritakan kejadian itu di media sosial dan viral di lini masa.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US