The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Aksi Turunkan Spanduk Maklumat Soal Salat Berjamaah: Jangan Takut Sama Ridwan Kamil
Aksi penurunan maklumat di Masjid Raya Bandung. (Facebook/HumorPolitik)
News

Viral Aksi Turunkan Spanduk Maklumat Soal Salat Berjamaah: Jangan Takut Sama Ridwan Kamil

Sabtu, 21 Maret 2020 10:53 WIB 21 Maret 2020, 10:53 WIB

INDOZONE.ID - Viral aksi massa menunkan spanduk maklumat peniadaan salat Jumat dan salat fardhu berjamaah sementara yang dipasang DKM Masjid Raya Bandung.

Aksi itu direkam oleh seorang peserta aksi, mereka menurunkan spanduk sambil menerikkan kalimat provokatif 'Jangan takut dengan Ridwan kami.'

Pihak DKM sendiri menyatakan keputusan ini merupakan upaya social distancing mencegah penyebaran corona secara meluas.

Aksi penurunan spanduk itu terekam kamera dan menjadi viral di media sosial Jumat (20/3/2020). Pantauan detikcom, seruan 'jangan takut sama Ridwan Kamil' pun terdengar dari salah seorang anggota kelompok tersebut.

"Turunkan," teriak salah satu warga.

"DKM, jangan takut nggak digaji," teriak massa lainnya.

"Jangan takut sama Ridwan Kamil, takut mah ku Gusti Allah," timpal warga yang lainnya.

"Allahuakbar," teriak kembali, saat spanduk berhasil diturunkan.

Sementara itu, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Raya Bandung Provinsi Jawa Barat Muchtar Gandaatmaja mengatakan bahwa keputusan menutup masjid untuk sementara waktu sudah dimusyawarahkan.

Sehingga katanya meniadakan salat berjamaah merupakan bentuk aktif masjid dalam berperan menekan penyebaran virus corona khususnya di Jawa Barat. 

"Kami mengamankan dan menjalankan amanah bagaimana Jawa Barat dan Kota Bandung ini sukses untuk menanggulangi wabah semacam ini supaya tidak meluas," ujarnya, Jumat (20/3). 

Katanya jumlah jemaah salat di Masjid Raya Bandung tergolong banyak dan mencapai ribuan. Hal ini pun berpotensi menimbulkan berkumpulnya kerumunan orang pada saat salat berjamaah.

Menanggapi aksi protes yang dilakukan oleh warga terkait dengan keputusan itu, Muchtar mengaku tidak mempersoalkannya. 

Setiap orang, kata Muchtar, bisa setuju atau tidak dengan keputusan yang dibuat oleh DKM Masjid Raya Bandung. 

"Kalau ada yang protes setuju dan tidak, kami tidak menjadi persoalan, itu hak warga ada yang merasa tidak setuju ditiadakannya sementara waktu penyelenggaraan Salat Jumat, itu enggak ada masalah. Namanya juga pro kontra," ujarnya. 

Muchtar menegaskan, keputusan menutup masjid untuk sementara waktu serta meniadakan salat berjamaah bukanlah tanpa alasan dan rujukan. 

Mereka memasang spanduk itu atas dasar edaran Gubernur Jawa Barat yang tanggal 3 Maret terkait dengan peniadaan salat Jumat dan salat fardhu berjamaah guna mencegah penyebaran virus corona.

Tidak hanya itu kata Muchtar, Wali Kota Bandung juga mengambil kebijakan untuk menutup sementara Alun-alun Bandung dalam surat edarannya.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US