The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terungkap Fakta Pelaku Sate Sianida Nani Apriliani dan Aiptu Tomy Ternyata Suami Istri
Nani Apriliani Nurjaman pelaku racun sate sianida. (Istimewa)
News

Terungkap Fakta Pelaku Sate Sianida Nani Apriliani dan Aiptu Tomy Ternyata Suami Istri

Rabu, 05 Mei 2021 13:51 WIB 05 Mei 2021, 13:51 WIB

INDOZONE.ID - Terungkap fakta mengejutkan terkait tersangka Nani Apriliani Nurjaman pelaku racun sianida di Bantul hingga menewaskan bocah berusia 10 tahun, Naba Faiz Prasetya anak driver ojol.

Ternyata antara pelaku sate sianida Nani dan Aiptu Tomy merupakan pasangan suami-istri. Keduanya diketahui sudah menikah secara siri.

Namun seiring berjalannya waktu, mereka berdua pisah hingga kemudian Tomy kawin lagi dengan wanita lain.

Hal ini diungkap Agus Riyanto, ketua RT 03 Paduduhan Cepokojajar, Srimulyo, Piyungan, Bantul, Yogyakarta.

"Nani itu sitri siri Tomy. Tinggal di sini kurang lebih satu tahun," kata Agus seperti yang dikutip Radar Jogya, Selasa (4/5/2021).

Kendati tidak memiliki bukti fotokopi KTP dan surat nikah terkait hubungan mereka berdua, namun kata Agus pasangan tersebut pernah menemui Agus saat hendak tinggal dan menempati rumah di lingkungannya.

Ini diperkuat dengan pernyataan ibuda Nani yang mengungkapkan kalau keduanya merupakan pasangan suami istri.

Sang ibu saat bertandang ke rumahnya bersama pasangan itu menyebutkan kalau keduanya sudah menikah secara agama.

Bahkan ibunda Nani sempat menitipkan putrinya untuk tinggal di sana. "saya jawab, insyaallah siap," katanya.

Ketua RT itu tidak menyangka kalau Nani sampai tega meghabisi nyawa orang dengan mengirimkan paket sate berisi racun sianida.

Kronologi sate beracun

irektur Reserse Kriminal Umum, Kepolisian Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (Dirreskrimum Polda DIY) Kombes Pol Burkan Rudy Satria menyatakan bahwa satai beracun yang mengakibatkan seorang anak kecil N (10) di Desa Bangunharjo, Kabupaten Bantul, tewas mengandung Kalium Sianida.

"Dari hasil pemeriksaan laboratorium yang digunakan untuk meracun orang tersebut yang ditaburkan dalam makanan adalah berupa Kalium Sianida, yang rumusnya KCN," kata Kombes Pol Rudy saat konferensi pers pengungkapan kasus satai beracun di Aula Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Bantul, Senin seperti yang dilansir Antara.

Satai beracun tersebut dikirim oleh perempuan bernisial NA (25) asal Majalengka, Jawa Barat, tersangka yang diamankan jajaran Polda DIY di rumah kos-nya wilayah Kelurahan Sitimulyo, Kabupaten Bantul, pada Jumat (30/4), hari keenam setelah anak Bandiman pengemudi "ojek online" atau ojek daring tewas pada 25 April 2021.

Menurut dia, hasil pemeriksaan polisi, senyawa sianida itu dipesan tersangka melalui aplikasi jual beli online atau daring yang sudah cukup lama dari sebelumnya, atau beberapa bulan sebelum peristiwa pengiriman satai beracun melalui pengemudi ojek daring tersebut (Bandiman).

"Sianida ditaburkan di dalam bumbu satai itu, sehingga dari peristiwa ini dapat kita simpulkan bahwa ini sudah dirancang, tidak pada saat itu, tapi dirancang beberapa hari atau minggu sebelumnya, karena pesanan KCN kira-kira tiga bulan sebelum peristiwa," ungkap-nya.

Oleh karena itu, kata dia, polisi menyimpulkan bahwa peristiwa satai beracun ini merupakan tindakan pembunuhan berencana, yang kepada tersangka akan dikenakan Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup, bisa dengan hukuman mati atau paling lama 20 tahun penjara.

Dirreskrimum Polda DIY mengatakan, pengungkapan kasus ini berkat kerja sama yang bagus antara polsek, Polres Bantul dan Polda DIY serta dari masyarakat dalam memberikan kesaksian, mengingat untuk mencari petunjuk pelaku dibutuhkan keterangan dari saksi satu per satu hingga penjual satai ayam.

"Salah satu kunci pengungkapan adalah bungkus satai, yang bisa menunjukkan di mana dia (tersangka) beli, dari situ kita cari saksi apakah benar ada pembelian dari orang ini, akhirnya ketemu kita bisa menyimpulkan bahwa NA ini pelaku pembunuhan berencana yang mengakibatkan anak Pak Bandiman tewas," tutur-nya.

Dia menjelaskan, peristiwa itu berawal pada 25 April sekitar pukul 15.30 WIB di wilayah Gayam Mandala Krida, Yogyakarta, ada seorang pengemudi ojek daring didatangi perempuan tidak dikenal dan meminta bantuan mengirimkan dua dos makanan, satu berisi satai ayam, satu berisi snak.

"Ketika meminta dikirimkan ini yang bersangkutan mengatakan tidak punya aplikasi 'online', sehingga minta dengan cara 'offline' ke alamat tertentu di daerah Kecamatan Kasihan, Bantul, dengan mengatakan bahwa makanan tersebut berasal dari Pak Hamid di Pakualaman," katanya.

Setelah terjadi kesepakatan, makanan di antar ke tempat tujuan, namun karena yang ada di rumah tujuan tersebut merasa tidak memesan makanan, maka ditolak untuk diterima, dan oleh tukang ojol karena makanan ditolak dibawa pulang ke rumahnya.

"Sampai di rumahnya makanan sebagian dimakan oleh istri-nya dan ada yang dimakan anaknya yang besar dan kecil, namun yang dimakan anak kecil ini menyebabkan meninggal dunia si anak," katanya.

Artikel menarik lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US