The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

India Panggil Mantan Petugas Medis Tentara untuk Ikut Tangani Virus COVID-19
Kerabat bereaksi ketika petugas kesehatan menarik tandu yang membawa tubuh seseorang yang meninggal karena penyakit virus korona (Covid-19), di kamar mayat di Ahmedabad, India, 8 Mei 2021. (photo/Dok. Asia One via REUTERS)
News

India Panggil Mantan Petugas Medis Tentara untuk Ikut Tangani Virus COVID-19

Senin, 10 Mei 2021 14:58 WIB 10 Mei 2021, 14:58 WIB

INDOZONE.ID - India dilaporkan akan merekrut ratusan mantan petugas medis militer  untuk mendukung sistem perawatan kesehatannya yang kewalahan. Ini diungkapkan oleh Kementerian Pertahanan pada 9 Mei lalu ketika negara itu tengah melawan rekor infeksi COVID-19 di tengah seruan lockdown. 

Dimana, sekitar 400 petugas medis diharapkan melayani kontrak selama maksimnal 11 bulan, menambahkan bahwa dokter pertahanan lainnya juga telah dihubungi untuk konsultasi online. COVID-19 telah mencapai rekor setiap 2 atau 3 hari. Kematian meningkat lebih dari 4.000 untuk hari kedaua berturut-turut pada Minggu kemarin. 

Banyak negara bagian India telah memberlakukan lockdown ketat selama sebulan terakhir, sementara yang lain telah mengumumkan pembatasan pergerakan publik dan menutup bioskop, restoran, pub, dan pusat perbelanjaan. Tetapi tekanan meningkat pada Perdana Menteri Narendra Modi untuk umumkan pengucian nasional seperti yang terjadi selama gelombang pertama tahun lalu.

"IMA heran melihat kelesuan ekstrim dan tindakan tidak tepat dari kementerian kesehatan dalam memerangi krisis yang menyiksa yang lahir dari gelombang kedua pandemi Covid-19 yang menghancurkan," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu.

Selain itu, Anthony Fauci selaku penasihat virus COVID-19 di Gedung Putih mengatakan bahwa dia telah memberi tahu pihak berwenand di India untuk melakukan lockdown.

"Anda harus ditutup. Saya yakin beberapa negara bagian India telah melakukan itu, tetapi Anda perlu memutuskan rantai penularan. Dan salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan menutupnya," kata Fauci. 

Modi sendiri berjuang melawan kritik karena mengizinkan pertemuan besar di festival keagamaan dan mengadakan rapat umum pemilihan besar-besaran selama dua bulan terakhir bahkan kasus COVID-19 yang meningkat. India sendiri telah melaporkan jumlah kematian virus COVID-19 tertinggi dalam satu hari sebanyak 4.187 orang pada Sabtu kemarin. 

Dengan kekurangan oksigen dan tempat tidur di banyak rumah sakit dan kamar mayat hingga krematorium yang meluap, para ahli mengatakan jumlah sebenarnya untuk kasus Covid-19 dan kematian bisa jauh lebih tinggi daripada yang dilaporkan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fernando Sutanto
JOIN US
JOIN US