The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kasus Mafia Karantina Covid-19, Polda Metro Tetapkan 4 Tersangka
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah)
News

Kasus Mafia Karantina Covid-19, Polda Metro Tetapkan 4 Tersangka

Siapa saja?

Rabu, 28 April 2021 12:54 WIB 28 April 2021, 12:54 WIB

INDOZONE.ID - Jajaran Polda Metro Jaya akhirnya menetapkan tersangka dalam kasus mafia karantina Covid-19 atau pelanggaran aturan masuk Indonesia dari luar negeri dimasa pandemi. Saat ini, sudah ada empat orang yang ditetapkan tersangka oleh polisi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut empat tersangka ini merupakan kasus mafia karantina yang memasukan WNI dari India ke RI sebanyak dua kali tanpa dikarantina.

Baca juga: Istri Labrak Pelakor Teller Bank, Akhirnya Pelakor Minta Maaf, Bikin Surat Perjanjian

"Ada tiga tersangka meskipun tidak kita tahan karena UU Karantina Kesehatan ancamanya satu tahun penjara tapi bertambah lagi, berkembang satu tersangka inisial GC," kata Kombes Yusri kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Rabu (28/4/2021).

Keempat tersangka itu antara lain berinisial JD, RW, S dan GC. JD sendiri diketahui merupakan WNI yang baru masuk ke Indonesia menggunakan jasa ketiga tersangka agar tidak melalui proses karantina.

Seperti diketahui, Polda Metro Jaya baru saja mengamankan sindikat mafia karantina berinisial antara lain JD, S, RW dan GC terkait kasus pelanggaran aturan masuk Indonesia. Kasus ini berawal dari JD yang merupakan WNI tiba di Indonesia setelah beberapa waktu berada di India.

Berdasarkan aturan, JD tidak ingin dikarantina dan memilih memakai jasa S dan RW yang menyebut bisa memuluskan JD masuk ke Indonesia tanpa dikarantina dengan membayar sejumlah uang. Singkat cerita, Polda Metro Jaya berhasil membongkar kasus tersebut dan mengamankan ketiganya.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
Samsudhuha Wildansyah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US