The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Luhut-Erick Thohir Resmi Dilaporkan Ke Polda Metro Terkait Isu Bisnis PCR
LSM ProDEM usai Laporkan Luhut Binsar dan Erick Thohir di Polda Metro Jaya, Jakarta. (INDOZONE/Samsudhuha Wildansyah).
News

Luhut-Erick Thohir Resmi Dilaporkan Ke Polda Metro Terkait Isu Bisnis PCR

Diduga melakukan tindakan nepotisme dan kolusi.

Selasa, 16 November 2021 16:52 WIB 16 November 2021, 16:52 WIB

INDOZONE.ID - LSM Jaringan Aktivis ProDemokrasi (ProDEM) resmi melaporkan Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN Erick Thohir ke Polda Metro Jaya. Kasus yang dilaporkan sendiri berkaitan dengan dugaan tindakan kolusi dan nepotisme terkait isu bisnis PCR.

Laporan polisi itu sendiri teregister dengan nomor STTLP/B/5734/XI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya dengan pelapor bernama Iwan Sumule dan terlapor Luhut Binsar serta Erick Thohir. Pasal yang dilaporkan berkaitan dengan kolusi dan nepotisme Pasal 5 angka 4 junto Pasal 21 dan Pasal 22 UU nomer 28 tahun 1999 tentang penyelenggaraan yang bersih dan bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.

"(Laporan) Bapak Luhut Binsar Pandjaitan dan bapak Erick Thohir akhirnya diterima oleh Polda Metro Jaya. Kami sangat mengapresiasi kepada Polda Metro Jaya karena telah memperlihatkan bahwa ada  kesamaan kedudukan dalam hukum, di depan hukum antara ProDEM dan juga Napak Luhut," kata Ketua Majelis ProDEM, Iwan Sumule di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (16/11/2021).

Dalam kasus ini, dia menyebut beberapa waktu ke depan Polda Metro Jaya bakal memanggil dirinya untuk dilakukan pemeriksaan. Polisi disebutnya juga meminta dirinya untuk membawa bukti tambahan terkait kasus ini dalam proses pemeriksaan.

"Kita sudah diberitahu nanti dalam proses undangan itu kita akan berikan bukti-bukti tambahan baik itu pengakuan dari pihak Luhut yang menyatakan bahwa dia memiliki saham di perusahaan dan dikatakan dari pihak Luhut mengatakan memang mendapat keuntungan," beber Iwan.

Mengenai kasusnya sendiri, Iwan menyebut unsur persangkaan dalam laporan ini sudah pas dan terbukti. Sebab, dia menyebut Luhut mengakui terlibat dalam isu bisnis PCR ini.

"Sudah jelas bahwa Pak Luhut sebagai penyelenggara negara tapi kemudian dia berada dalam perusahaan yang mendapat proyek PCR dan diakui Pak Luhut sendiri bahwa dari situ dia memiliki saham dan juga mendapatkan keuntungan," pungkas Iwan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US