The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

EKSKLUSIF! Alasan OPM Serang 2 TNI Hingga Tewas di Yahukimo: Bentuk Penolakan Otsus
Personel TNI mengikuti apel kesiapan pengamanan Idul Fitri 1442 H di Timika (ANTARA FOTO / Sevianto Pakiding/wpa/foc.)
News

EKSKLUSIF! Alasan OPM Serang 2 TNI Hingga Tewas di Yahukimo: Bentuk Penolakan Otsus

Masih ingin Papua merdeka.

Rabu, 19 Mei 2021 14:10 WIB 19 Mei 2021, 14:10 WIB

INDOZONE.ID - Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau yang kerap disebut kelompok kriminal bersenjata (KKB) akhirnya membeberkan alasan pihaknya menyerang dua prajurit TNI hingga tewas serta merampas senjatanya di Yahukimo, Papua.

OPM mengaku jika aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan dana otonomi khusus (otsus) dari pemerintah RI untuk Papua.

"Penembakan ini termasuk bagian dari penolakan otsus," kata Juru Bicara TPNPB-OPM Sebby Sambom saat dihubungi Indozone, Rabu (19/5/2021).

Sebby menyebut otsus yang masuk khususnya di wilayah Yahukimo, Papua hanya diterima oleh pemerintah daerah. Sedangkan pihak OPM diklaimnya tegas menolak otsus tersebut.

Baca Juga: Dihadang KKB di Pegunungan Bintang, 4 Personil TNI Alami Luka Tembak

"Elit-elit politik, Gubernur, Bupati dan tokoh kepala suku jajarannya terima otsus wilayah Yahukimo itu individu orang bukan dengan TPNPB-OPM dan rakyat Papua, kami tolak 100 persen," beber Sebby.

Selain masalah otsus, Sebby menyebut aksi penyerangan ini juga sebagai bentuk pihaknya yang ingin merdeka. Narasi tersebut kembali dibawa oleh OPM.

"Dan tuntut hak kemerdekaan kami bangsa Papua dan ingat bahwa kami akan terus berjuang sampai Papua merdeka penuh dari tangan pemerintah Indonesia," kata Sebby.

Seperti diketahui, aksi penyerangan terjadi terhadap dua anggota TNI di Bandara Nol Goliat, Yahukimo, Papua pada Selasa (18/5) siang yang lalu. Dua anggota itu pun tewas serta senjata mereka dirampas.

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Reza Nur Patria membenarkan kabar tersebut. Kedua anggota TNI itu pun juga sudah dievakuasi.

"Informasi tersebut benar," kata Letkol Reza saat dihubungi Indozone sebelumnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
JOIN US
JOIN US