The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jadi Polemik, Begini Pro Kontra Foto Perempuan Bermata Sipit untuk Produk Fesyen di China
Foto Chen Man untuk Dior (Dior/Chen Man)
News

Jadi Polemik, Begini Pro Kontra Foto Perempuan Bermata Sipit untuk Produk Fesyen di China

Minggu, 28 November 2021 09:13 WIB 28 November 2021, 09:13 WIB

INDOZONE.ID - Seorang perempuan bermata sipit menatap tajam menghadap jepretan kamera. Wajahnya yang persegi dipenuhi riasan mekap dan rambutnya ditempelkan beberapa bunga. Tak ada garis senyuman di bibirnya. Dia memegang sebuah tas jinjing hitam berlogo jenama fesyen high end asal Paris, Dior.

Itu merupakan gambaran sebuah foto karya fotografer China, Chen Man yang menjadi polemik beberapa hari belakangan ini. Foto tersebut menjadi perbincangan netizen di media sosial karena dianggap menunjukkan stereotip masyarakat Barat tentang wajah perempuan Asia.

foto perempuan bermata sipit
(DIOR/Chen Man)

Bentuk rahang yang tegas, bibir tipis, hidung pesek, tentu saja bermata sipit yang dianggap tak cantik bagi standar kecantikan kebanyakan orang.

Foto tersebut diperkenalkan pertama kali oleh Dior dalam sebuah pameran fesyen di Shanghai pada 12 November 2021. Dior bilang, foto perempuan itu bukan iklan, tapi murni sebuah karya seni yang biasa dipamerkan di dalam galeri.

Bukan foto yang menggambarkan perempuan Asia

Sama halnya di setiap negara, China juga punya standar kecantikan tersendiri. Standar itu memang tak tertulis, tapi sudah tersimpan di dalam benak masyarakat.

Perempuan China bisa dibilang cantik kalau memiliki kulit putih bersih dan bermata besar. Sebuah standar yang ironi di tengah mayoritas masyarakat berkulit kuning langsat dan bermata sipit.

Foto jepretan Chen Man itu dianggap sama sekali tidak menggambarkan perempuan China atau Asia pada umumnya. Foto itu hanya menunjukkan bagaimana masyarakat Barat memandang perempuan Asia.

Tajuk rencana Beijing Daily seperti yang dilansir BBC menyebut sosok perempuan yang dipotret Chen Man itu sangat menyeramkan dan memiliki wajah yang suram.

Melalu foto yang dipakai Dior itu, Chen Man dianggap semakin memperbesar stereotip masyarakat Barat tentang wajah Asia.

"Perempuan Asia selalu ditampilkan dengan mata kecil dan bintik-bintik seperti perspektif masyarakat Barat. Fotografer hanya membuat foto tersebut semakin memperbesar stereotip dunia Barat," demikian tulis editorial tajuk rencana Beijing Daily.

Foto serupa lainnya

foto perempuan bermata sipit
Chen Man

Netizen di media sosial Weibo mengungkapkan bahwa Chen Man tak hanya sekali ini saja memotret wajah perempuan Asia dengan gaya yang seperti itu.

Seorang netizen mengunggah karya jepretan Chen Man yang serupa lainnya. Foto-foto yang menampilkan perempuan bermata sipit itu diabadikan pada 2012 lalu.

"Beginilah bagaimana pandangan Barat tentang kami (orang China)," tulis seorang netizen terkait foto Chen Man.

Di tengah banyaknya kritikan pedas, tak sedikit juga netizen yang mendukung karya Chen Man. Menurut mereka, karya pria berusia 41 tahun itu sudah sesuai dengan gambaran masyarakat China pada umumnya.

"Mengapa perempuan China bermata sipit tak bisa dianggap cantik? Saya tak melihat ada masalah dengan ini," ujar seorang netizen.

Chen Man minta maaf

Melalui akun Weibo-nya, Chen Man meminta maaf kepada masyarakat China terkait karya fotonya. Dia mengaku sama sekali tidak ada maksud untuk memperbesar stereotip dunia Barat tentang perempuan China.

"Saya lahir dan besar di China. Saya sangat mencintai negara saya," kata dia.

"Sebagai seorang seniman, saya sepenuhnya menyadari tanggung jawab saya untuk mendokumentasikan budaya China," lanjut dia.

Kini foto yang dipamerkan dalam galeri Dior di Shanghai itu telah dihapus. Dior menegaskan bahwa foto tersebut bukan iklan, melainkan hanya karya seni.

"Dior menghormati sentimen masyarakat China. Jika ada kesalahan, Dior harus secara terbuka menerima masukan dan melakukan perbaikan," demikian kata Dior dalam pernyataannya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Nanda
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Nanda

Nanda

Writer
JOIN US
JOIN US