The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Buronan Harun Masiku Disebut Ada di Indonesia
Harun Masiku. (Istimewa)
News

Buronan Harun Masiku Disebut Ada di Indonesia

Senin, 06 September 2021 12:22 WIB 06 September 2021, 12:22 WIB

INDOZONE.ID - Buron kasus dugaan suap pergantian antar-waktu anggota Dewan Perwakilan Rakyat, Harun Masiku dikabarkan sudah berada di Indonesia. Sebelumnya, sempat beredar kabar bahwa Harun Masiku berada di luar negeri.

“Saya meyakini dia ada di Indonesia,” kata penyidik KPK yang menangani pencarian Harun Masiku, Ronald Sinyal, Minggu (5/9/2021).

Namun, Ronald tidak bisa melanjutkan pencarian terhadap kader PDIP tersebut karena statusnya kini sudah dinonaktifkan usai tidak lolos Tes Wawasan Kebangsaan (TWK).

Sementara itu, Deputi penindakan KPK, Karyoto mengatakan bahwa lembaganya yang sempat mendeteksi keberadaan Harun Masiku di luar negeri sempat bingung bagaimana melakukan penangkapan karena pandemi.

Pihak penyidik bahkan sudah mendapat izin pimpinan untuk melakukan penangkapan. Namun, kesempatannya belum ada.

“Saya sangat nafsu sekali ingin menangkap. Waktu itu Pak Ketua sudah memerintahkan, tapi kesempatannya belum ada,” kata Karyoto.

Harun Masiku sendiri sudah masuk daftar pencarian orang (DPO) sejak 17 Januari 2020.

Untuk diketahui, red notice dari buronan kasus korupsi, Harun Masiku sudah terbit di 194 negara yang terafiliasi dalam keanggotaan NCB. Dengan adanya hal tersebut, Polri meyakini Harun Masiku tidak akan mudah lolos dari pemantauan interpol.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sekretaris NCB Interpol Indonesia Hubinter Polri, Brigjen Pol Amur Chandra. Brigjen Amur menyebut ratusan red notice Harun Masiku sudah tersebar.

Red notice tersebut disebutnya tidak disebar secara bebas. Sebab dikhawatirkan red notice itu akan disalahgunakan jika disebar secara bebas.

"Kenapa ini minta dipublish, apakah DPO ini berperkara besar dan perlu penanganan segera? Banyak  nanti Tiktoknya sedangkan kita inginkan percepatan. Kedua, kita inginkan kerahasian. Jadi kalau masyarakat umum yang melihat kita khawatir nanti dibikin-bikin bisa mengambil di website untuk menggunakan untuk hal yang tidak diinginkan," beber Amur.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US