The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Gempa di Sukabumi Kemarin Bukan Gempa Biasa
Warga memperbaiki tembok rumahnya yang ambruk akibat gempa. (Dok. BPBD Kabupaten Bogor)
News

Gempa di Sukabumi Kemarin Bukan Gempa Biasa

Ini sebabnya.

Rabu, 11 Maret 2020 09:51 WIB 11 Maret 2020, 09:51 WIB

INDOZONE.ID - Gempa tektonik bermagnitudo 5,1 yang terjadi di Sukabumi pada Selasa (10/3/2020) sore, bukan gempa biasa. Sebab, gempa kemarin merupakan gempa terkuat yang bersumber dari sesar aktif di daratan Jawa Barat dalam 19 tahun terakhir.

Hal tersebut disampaikan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Rahmat Triyono.

"Berdasarkan catatan katalog gempa, tampak bahwa gempa kuat dengan pusat di darat terakhir yang terjadi di Jawa Barat berkekuatan magnitudo 5,1 terjadi di Ciamis-Kuningan pada 13 Januari 2001," kata Rahmat dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu (11/3/2020).

Melansir Antara, hasil analisis peta tingkat guncangan gempa yang dipublikasikan oleh BMKG, sesaat setelah gempa menunjukkan warna kuning pada zona pusat gempa dan sekitarnya. Artinya dampak gempa mencapai skala intensitas VI MMI.

Gempa yang dampaknya berada dalam skala VI MMI (Modified Mercalli Intensity), getarannya dirasakan oleh semua penduduk dan bisa menimbulkan kerusakan ringan. 

Menurut BMKG, gempa yang titik episenternya berada di darat, tepatnya di wilayah Kecamatan Kalapanunggal, Kabupaten Sukabumi, tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif.

Hasil analisis menunjukkan, bahwa gempa lokal itu terjadi akibat pergeseran blok batuan kulit bumi secara tiba-tiba. Rahmat menjelaskan, gempa semacam itu dikenal sebagai gempa kerak dangkal yang dipicu aktivitas sesar aktif.

Sementara, dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan, gempa tersebut memiliki mekanisme pergerakan sesar mendatar. Berdasarkan kondisi geologi dan tataan tektonik di wilayah Jawa Barat bagian selatan, ada dugaan sesar tersebut mengalami pergeseran ke kiri.

Dalam peta zonasi sumber gempa di wilayah Jawa Barat, lokasi episenter gempa berada di zona Sesar Citarik. Zona sumber gempa sesar aktif ini berada di sebelah barat Sesar Cimandiri dan di sebelah timur zona sumber gempa Kluster Bogor, yang aktif memicu rentetan gempa swarm yang berpusat di Kecamatan Nanggung, Bogor, pada Agustus 2019.

BMKG mencatat pada tahun 1900 wilayah Cisaat dan Gandasoli Sukabumi pernah menghadapi gempa kuat dan merusak.

Selain merusak permukiman, gempa tersebut merusak Stasiun Cisaat dan Gandasoli Sukabumi. Wilayah yang sama kembali mengalami gempa kuat dan merusak yang populer dengan nama Gempa Gandasoli pada tahun 1982.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Yulia Marianti
Fauzi

Fauzi

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US