The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

BPPTKG Berharap Tidak Ada Lagi Misi Pendakian ke Puncak Merapi
Gunung Merapi difoto dari kawasan Kinahrejo, Cangkringan, Sleman, D.I Yogyakarta, Rabu (18/11/2020). (Photo/ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
News

BPPTKG Berharap Tidak Ada Lagi Misi Pendakian ke Puncak Merapi

Sabtu, 28 November 2020 19:00 WIB 28 November 2020, 19:00 WIB

INDOZONE.ID - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) berharap tidak ada lagi misi pendakian ke puncak Gunung Merapi seperti yang dilakukan oleh seorang pendaki belakangan ini untuk merekam kondisi kawasan Merapi yang diunggah di media sosial pada Jumat (27/11/2020).

Hal itu disampaikan Kepala Seksi Gunung Merapi BPPTKG Agus Budi Santoso pada Siaran Informasi Merapi yang ditayangkan melalui akun Youtube resmi BPPTKG, menyusul video yang diunggah seorang pendaki.

"Kejadian kemarin, ada teman kita yang mendaki ke puncak, itu tidak bisa dibenarkan karena dapat membahayakan diri sendiri," kata Agus Budi, dilansir dari Antara, Sabtu (28/11/2020).

"Kami sangat tidak menyarankan ada misi apa pun meskipun itu alasan mitigasi, ke puncak Gunung Merapi," tambahnya.

Sebelumnya, beberapa video yang diunggah akun instagram @laharbara ramai diperbincangkan di media sosial. Dalam video berdurasi 33 detik, pemilik akun itu merekam peristiwa longsoran material yang sedang berlangsung di gunung yang telah berstatus Siaga itu.

Baca juga: Mengejutkan! Sudah Ditangkap KPK, Luhut Pandjaitan: Pak Edhy Sebenarnya Orang Baik

Akun tersebut menuliskan tanggal pengambilan gambar kedua video tersebut pada 27-11-2020. Dalam video lain yang berdurasi 2 menit, pemilik akun juga merekam kondisi tebing kawah serta memperlihatkan keberadaan kubah lava yang diperkirakan memiliki tinggi 75 meter.

"Kita bisa bayangkan jika kita berada di situ maka itulah kondisi yang sangat berbahaya," kata dia.

Sementara itu, Agus mengatakan bahwa pemantauan visual Gunung Merapi yang dilakukan BPPTKG telah menggunakan berbagai teknologi canggih sehingga tidak memerlukan upaya pengamatan langsung dengan mendaki ke puncak.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US