The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Stok Amerika Serikat Menyusut, Harga Minyak Menanjak Lagi
Ilustrasi peleburan minyak. (Freepik)
News

Stok Amerika Serikat Menyusut, Harga Minyak Menanjak Lagi

Karena hal ini.

Rabu, 15 Juli 2020 08:54 WIB 15 Juli 2020, 08:54 WIB

INDOZONE.ID - Harga minyak dunia kembali menguat pada Rabu (15/7/2020) pagi, menyusul adanya laporan tentang penurunan persediaan minyak mentah di Amerika Serikat (AS). Selain itu, harga minyak juga terpengaruh oleh rencana pertemuan mengenai tingkat produksi negara-negara OPEC dan sekutunya.

Minyak mentah berjangka Brent, patokan internasional, naik 10 sen, atau 0,2%, menjadi US$43 per barel pada pukul 07.49 WIB, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI), patokan Amerika Serikat, meningkat 14 sen, atau 0,4% menjadi US$40,43 per barel, demikian laporan Reuters, di Seoul, Rabu (15/7/2020).

Dalam tanda membaiknya permintaan meski terjadi lonjakan kasus virus corona, persediaan minyak mentah AS menyusut 8,3 juta barel dalam pekan hingga 10 Juli, mengalahkan ekspektasi analis untuk penurunan hanya 2,1 juta barel, menurut data dari kelompok industri American Petroleum Institute.

Data resmi dari Badan Informasi Energi (EIA), Departemen Energi Amerika akan dirilis Rabu waktu setempat, atau Kamis (16/7/2020) pagi WIB.

Terkait pasokan, pasar akan mencermati pertemuan Joint Ministerial Monitoring Committee (JMMC) Organisasi Negara Eksportir Minyak (OPEC), Rabu.

Anggota utama OPEC dan sekutunya termasuk Rusia, kelompok yang dikenal sebagai OPEC +, bakal memutuskan apakah akan memperpanjang pengurangan produksi 9,7 juta barel per hari (bph) yang berakhir Juli atau menurunkannya menjadi 7,7 juta bph.

"Keputusan OPEC + terkait pengurangan produksi akan mengatur nada untuk pasar minyak," kata ANZ Research.

Juni, OPEC dan sekutunya mencatatkan kepatuhan 107% terhadap pengurangan produksi minyak yang disepakati, ungkap narasumber OPEC +, Selasa.

Sementara itu, OPEC mengatakan dalam laporan bulanannya permintaan minyak global akan melambung rekor 7 juta bph pada 2021 ketika ekonomi global pulih dari pandemi virus corona meski akan tetap di bawah level 2019.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Sigit Nugroho

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US