The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sah! Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Katolik Pertama, Ini Janji-Janjinya saat Dilantik
Listyo Sigit Prabowo saat dilantik jadi Kapolri ke-25 oleh Presiden RI Jokowi. (YouTube/ Sekretariat Presiden)
News

Sah! Listyo Sigit Prabowo Jadi Kapolri Katolik Pertama, Ini Janji-Janjinya saat Dilantik

Rabu, 27 Januari 2021 11:59 WIB 27 Januari 2021, 11:59 WIB

INDOZONE.ID - Listyo Sigit Prabowo telah resmi menjadi Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) yang baru. Ia dilantik oleh Presiden RI Jokowi di Istana Negara, Rabu (27/1/2021), tak lama setelah Presiden Jokowi menjalani vaksinasi Covid-19 dosis kedua.

Pelantikan Sigit didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 7 Polri Tahun 2021 Tentang Pengangkatan Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang ditetapkan pada 27 Januari 2021. Ia menjadi Kapolri yang ke-25, menggantikan Idham Azis.

"Demi Tuhan Yang Maha Esa saya menyatakan berjanji dengan sungguh-sungguh, bahwa saya akan setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan UUD  Tahun 1945. Serta akan menjalankan segala peraturan perundang-undangan dengan selurus-lurusnya demi darma bakti saya kepada bangsa dan negara," ucap Sigit, mengikuti teks yang dibacakan oleh Jokowi saat pengambilan sumpah jabatan.

"Bahwa saya dalam menjalankan tugas jabatan akan menjunjung tinggi etika jabatan bekerja dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Bahwa saya akan menjunjung Tribrata," ucapnya pula.

Sigit diketahui beragama Katolik. Ia lahir di Ambon, 5 Mei 1969. Ia lulusan Akpol tahun 1991. Ia juga menempuh pendidikan master di Universitas Indonesia (UI). 

Ia pernah jadi ajudan Jokowi pada masa awal jadi presiden RI, yakni pada 2014-2016.

Sebelum dilantik jadi Kapolri, Sigit menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal Polri. Jabatan itu mulai dia pegang sejak 6 Desember 2019, setelah dia memegang jabatan Kapolda Banten dari 2016 sampai 2018. 

Sebelum jadi ajudan Jokowi, Sigit pernah menduduki jabatan strategis. Antara lain ia pernah jadi Kapolres Pati (2009), Kapolres Sukoharjo (2010), Kapolresta Surakarta (2011), dan Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Sulawesi Tenggara (2013).

Setelah disumpah, Sigit kemudian menandatangani berita acara pengangkatan sebagai Kapolri dengan disaksikan oleh Mendagri Tito Karnavian dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. 

Rencananya setelah resmi jadi Kapolri, Listyo Sigit akan menghidupkan kembali Pasukan Pengamanan Masyarakat Swakarsa (PAM) Swakarsa yang pernah ada di zaman Orde Baru.

Sigit beralasan, keberadaan PAM Swakarsa penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibnas).

Gagasan untuk menghidupkan kembali PAM Swakarsa ini sebetulnya sudah muncul sejak masa Idham Azhis, saat menerbitkan Peraturan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pasukan Pengamanan Masyarakat (PAM) Swakarsa.

Dalam peraturan tersebut, tertera aturan mengenai mekanisme perekrutan satuan pengamanan (satpam), pendidikan kilat, hingga keterlibatan satpam dalam Badan Usaha Jasa Pengamanan (BUJP). 
Bedanya, dalam aturan tersebut dijelaskan bahwa seragam satpam akan diubah dari biru menjadi cokelat dan satpam juga disertai pangkat seperti halnya anggota Polri.

Di zaman Orde Baru, PAM Swakarsa merupakan organ paramiliter yang sengaja dibentuk untuk membungkam sikap kritis masyarakat.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US