FPI Dibubarkan, Polisi Siapkan Langkah Hadapi Ormas Berbahaya Lainnya

- Jumat, 1 Januari 2021 | 10:37 WIB
Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol. Agus Andrianto. (Foto: ANTARA/Polri)
Kepala Badan Pemelihara Keamanan Polri Komjen Pol. Agus Andrianto. (Foto: ANTARA/Polri)

Pemerintah telah resmi melarang kegiatan dan membubarkan organisasi masyarakat (Ormas) Front Pembela Islam (FPI). Tidak menutup kemungkinan, beberapa ormas lainnya akan muncul.

Terkait dengan kemungkinan muncul organisasi lain yang lebih berbahaya, Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri Komjen Pol. Agus Andrianto menjelaskan bahwa semua aparat keamanan memiliki tanggung jawab untuk melakukan langkah antisipasi.

"Kami sebagai aparat negara tentunya harus segera melakukan langkah-langkah, termasuk langkah-langkah antisipasi perkembangan dinamika situasi di lapangan," kata Komjen Agus seperti dilansir Antara, Kamis (31/12/2020).

Mantan Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ini juga mencatat sedikitnya 94 kasus dan 199 tersangka yang melibatkan FPI sudah ditangani Polri. Selain itu ada 35 anggota FPI terindikasi terlibat organisasi teroris.

"Kalau melihat jejak digital, mereka 'kan selalu melakukan kegiatannya dengan menggunakan simbol-simbol, lambang-lambang, bendera-bendera yang menjadi ciri khas organisasi tersebut," kata Komjen Agus melalui siaran pers di Jakarta, Kamis.

Ia mengatakan bahwa dalam video orasi pimpinan FPI Muhammad Rizieq Shihab, FPI menyatakan siap melawan musuh-musuhnya dengan segala kekuatan yang dimiliki, baik itu berupa senjata api, amunisi, maupun bahan peledak.

"Artinya, kalau mereka punya senjata api, punya amunisi, punya bahan peledak, terus kami mau diam saja? Mau jadi apa negara ini kalau kami diam?" kata mantan Kapolda Sumut ini.

BACA JUGA: FPI Dilarang Pemerintah, Habib Rizieq Shihab Tanggapi Santai: Itu Masalah Receh

Agus menjelaskan setiap organisasi kemasyarakatan, baik terdaftar maupun tidak, harus mendasarkan setiap kegiatannya pada aturan hukum yang berlaku.

Ia mengemukakan bahwa kebebasan masyarakat membuat organisasi kemasyarakatan, kebebasan masyarakat untuk berkumpul, tentunya ada aturan-aturan yang juga harus mereka taati.

"Silakan saja sepanjang mereka tidak melanggar hukum, sepanjang mereka tidak mengganggu ketertiban umum, sepanjang mereka tidak mengganggu keamanan, ya, silakan saja," kata jenderal bintang tiga itu.

Sepanjang orientasi mereka baik, memberikan kontribusi kepada pembangunan nasional, dan memberikan kontribusi yang baik kepada masyarakat, ikut menjaga negara ini, menurut dia, tentunya tidak akan mungkin pihaknya melakukan tindakan-tindakan penegakan hukum.

Sebelumnya, Rabu (30/12/2020), Menko Polhukam Mahfud MD menyatakan pemerintah menghentikan kegiatan dan aktivitas FPI dalam bentuk apa pun.

Hal itu tertuang dalam keputusan bersama 6 pejabat tinggi di kementerian/lembaga, yaitu Mendagri Tito Karnavian, Menkumham Yasonna Laoly, Menkominfo Jhonny G. Plate, Jaksa Agung Burhanuddin, Kapolri Jenderal Pol. Idham Azis, dan Kepala BNPT Komjen Pol. Boy Rafli Amar.

Halaman:

Editor: Edi Hidayat

Tags

Rekomendasi

Terkini

Gempa 5,3 Magnitudo Guncang Gorontalo Dini Hari

Kamis, 25 April 2024 | 14:57 WIB
X