The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

3 Minggu Jelang Lengser, Lihat Lagi Yuk Sederet Program Anies Baswedan yang Kontroversi 
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (ANTARA/Rivan Awal Lingga)
News

3 Minggu Jelang Lengser, Lihat Lagi Yuk Sederet Program Anies Baswedan yang Kontroversi 

Sabtu, 24 September 2022 15:10 WIB 24 September 2022, 15:10 WIB

INDOZONE.ID - Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, akan lengser dari jabatannya pada 16 Oktober 2022. Selama lima tahun memimpin ibu kota sejak 2017 lalu, berbagai program untuk pembangunan telah dijalankan olehnya.

Dalam melakukan tugasnya, tak sedikit program yang dijalankan menuai kontroversi. Kritikan yang datang tersebut kebanyakan dikarenakan program yang dijalankan Anies tak berdampak langsung ke masyarakat.

Berikut beberapa program yang dijalankan Anies, namun menuai banyak kritikan:

1. Formula E

Ajang balap mobil tenaga listrik bertaraf internasional tersebut awalnya diwacanakan Anies akan digelar di Jakarta sejak 2019 saat dirinya menghadiri sebuah pertemuan di Amerika Serikat. Namun dikarenakan ada pandemi Covid-19, Jakarta yang semula dijadwalkan akan menjadi tuan rumah pada 2020, akhirnya dibatalkan.

Formula E
Balapan Formula E di Jakarta International E-Prix Circuit (JIEC), Jakarta, Sabtu (4/6/2022). (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Untuk merealisasikan keinginan Anies itu, Pemprov DKI Jakarta akhirnya harus menggelontorkan anggaran hingga Rp1 triliun, yakni berupa commitment fee sebesar Rp360 miliar pada 2019, Rp200 miliar untuk 2020, dan Rp423 miliar untuk bank garansi.

Baca Juga: Jelang Lengser Anies Mau Sulap Pulau G Jadi Kawasan Permukiman, PDIP: Itu Kan Tujuan Ahok

Bagi Fraksi PDIP dan PSI, program Formula E tersebut tidak memiliki dampak langsung apa pun kepada masyarakat. Apalagi anggaran yang digelontorkan tidaklah sedikit, dan tak dilakukan secara transparan.

Program Formula E ini pun mengantarkan Anies hingga diinterpelasi oleh Fraksi PDIP dan PSI. Jika terwujud, Anies diminta untuk menjelaskan secara rinci mengenai anggaran kepada DPRD DKI dan juga publik.

2. Jakarta International Stadium (JIS)

Pembangunan JIS yang disebut-sebut mirip dengan Allianz Arena ini mendulang kritikan dari berbagai pihak. Pertama dari Fraksi PDIP yang merasa Anies terlalu berlebihan dengan menyebut mahakarya. Sebab, rencana pembangunan stadion itu disebut sudah digagas dari gubernur-gubernur terdahulu.

Jakarta International Stadium (JIS)
Jakarta International Stadium (JIS). (Instagram/@jakintstadium)

Selain itu, sejarawan sempat melakukan protes dan mengajukan petisi kepada Anies untuk tidak menggunakan istilah asing dalam penamaan JIS, dan meminta agar mengubahnya menjadi Stadion MH Thamrin.

3. Tugu Sepeda

Tugu sepeda yang tiba-tiba dibangun oleh Pemprov DKI ini tidak kalah banyaknya mendapatkan kecaman lantaran anggaran yang digelontorkan untuk membangun tugu tersebut mencapai Rp800 juta.

Tugu Sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)
Tugu Sepeda di kawasan Sudirman, Jakarta Pusat. (INDOZONE/Sarah Hutagaol)

Baca Juga: Anies Pasang Target, Jalur Sepeda di Jakarta Dibangun Sepanjang 535,68 Km pada 2026

Fraksi PDIP pun mempertanyakan fungsi dan manfaat yang dirasakan masyarakat dari tugu tersebut. Apalagi, menurut Anggota DPRD DKI Gilbert Simanjuntak, tugu itu dibangun untuk menghormati jasa dan pengorbanan seseorang atau sesuatu yang legendaris.

"Tugu itu dibangun untuk menghormati seseorang atau sesuatu yang legendaris, dengan pengorbanan atau patriotiknya. Apa yang legendaris dari sepeda?" ucap Gilbert kepada Indozone, Sabtu (10/4/2021).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US