Demam Berdarah Penyebab Enam Warga Ngawi Meninggal Dunia
ANTARA FOTO/Siswowidodo
News

Demam Berdarah Penyebab Enam Warga Ngawi Meninggal Dunia

Demam Berdarah Penyebab Enam Warga Ngawi Meninggal Dunia

Rabu, 12 Juni 2019 15:15 WIB 12 Juni 2019, 15:15 WIB
Enam warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, meninggal dunia akibat terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) selama lima bulan terakhir pada 2019.

Kepala Bidang pengendalian dan pemberantasan penyakit (P2P) Dinkes Ngawi Endah Pratiwi mengatakan, enam korban tersebut seluruhnya meninggal di rumah sakit. Rinciannya tiga meninggal pada bulan Januari dan masing-masing satu pada Maret, April, dan Mei.

"Kasus ini menjadi atensi. Apa ada yang salah dengan pelayanannya. Ini masih kami telusuri," ujar Endah Pratiwi kepada wartawan, Rabu.

Menurut dia, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jatim. Hal itu dilakukan karena setiap kali ada pasien DBD yang meninggal, pihak rumah sakit selalu menyatakan bahwa kematian tersebut akibat terlambat dirujuk ke rumah sakit. Terlebih, tiap puskesmas di Ngawi saat ini sudah memiliki alat untuk mendeteksi kasus DBD.

Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ngawi Djaswadi mengatakan sepanjang Januari hingga Mei 2019 di daerah itu terdapat 1.000 kasus demam berdarah

Sesuai data, bulan Januari ditemukan terdapat laporan sebanyak 483 kasus demam berdarah, bulan Februari sebanyak 252 kasus, Maret sebanyak 189 kasus, dan April sebanyak 80 kasus, sedangkan Mei masih dalam proses pendataan.

Endah Pratiwi lanjut mengatakan, hal yang paling efektif untuk memberantas demam berdarah adalah kegiatan pemberantasan sarang nyamuk (PSN). Diapun meminta masyarakat lebih peduli terhadap lingkungannya masing-masing.

"Saya yakin tidak akan ada demam berdarah jika pemberantasan sarang nyamuk benar-benar dilakukan. Tidak hanya sekali dua kali saja, harus serentak dan berkala," kata dia.

Iia menilai selama ini anggapan masyarakat demam berdarah dibasmi dengan pengasapan atau "fogging". Padahal itu tidak sepenuhnya benar.

"Kalau fogging itu cuma untuk membasmi nyamuk dewasa, tidak ke jentik-jentiknya. Untuk memutus siklus pertumbuhan jentik menjadi nyamuk pembawa virus dengue, harus dengan PSN," katanya.

Dengan berkala melakukan pemberantasan sarang nyamuk di kalangan warga Ngawi, diharapkan kasus demam berdarah di wilayah setempat dapat ditekan.
TAG
Indozone Media
Indozone Media
Indozone Media

Astrid

Writer
Indozone Media

Indozone News

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU