The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Astaga! Masjid Ini Diubah Jadi Kandang Babi usai Diruntuhkan, Videonya Beredar di Medsos
Ilustrasi masjid di Azerbaijan. (wikipedia.org)
News

Astaga! Masjid Ini Diubah Jadi Kandang Babi usai Diruntuhkan, Videonya Beredar di Medsos

Jumat, 23 Oktober 2020 19:07 WIB 23 Oktober 2020, 19:07 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah rekaman video mengungkapkan bahwa sebuah masjid bersejarah di Zangilan, Azerbaijan, telah diubah menjadi kandang babi, Selasa (20/10/2020).

Seperti diketahui, Kota Zangilan telah diduduki oleh pasukan Armenia sejak 29 Oktober 1993.

Dilansir dari Anadolu Agency, video yang diunggah ke media sosial tersebut memperlihatkan tentara Azerbaijan memasuki masjid dan mendapati beberapa ekor babi di masjid bersejarah yang telah menjadi reruntuhan tersebut.

Sejak bentrokan baru meletus 27 September 2020 lalu, Armenia terus melakukan serangan terhadap warga sipil dan pasukan Azerbaijan, bahkan melanggar perjanjian gencatan senjata kemanusiaan.

Dalam dua serangan rudal di Ganja, kota besar yang jauh dari garis depan, Armenia menewaskan puluhan warga sipil, termasuk anak-anak, dan melukai puluhan lainnya.

Kamis lalu, Armenia menargetkan warga sipil di sebuah pemakaman di Kota Tartar, yang menewaskan empat orang dan melukai sejumlah lainnya.

Sejak 10 Oktober 2020, Armenia telah melanggar dua gencatan senjata kemanusiaan di Upper Karabakh, atau Nagorno-Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Gencatan senjata kemanusiaan baru mulai berlaku Sabtu lalu.

Gencatan senjata yang kedua di Nagorno-Karabakh dimulai pada 27 September.

Hubungan antara kedua negara bekas Uni Soviet itu tegang sejak 1991, ketika militer Armenia menduduki Upper Karabakh, wilayah Azerbaijan yang diakui secara internasional.

Sekitar 20 persen wilayah Azerbaijan berada di bawah pendudukan ilegal Armenia selama hampir tiga dekade.

OSCE Minsk Group - diketuai bersama oleh Prancis, Rusia, dan Amerika Serikat - dibentuk pada 1992 untuk menemukan solusi damai atas konflik tersebut, tetapi upaya itu tak kunjung berhasil.

Gencatan senjata, bagaimanapun, disetujui pada tahun 1994.

Sejumlah resolusi PBB serta organisasi internasional menuntut penarikan pasukan pendudukan dari wilayah tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US