The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Diet Makan Kentang, Diklaim Bisa Turunkan Berat Badan 5 Kg Dalam Seminggu, Benarkah?
Diet makan kentang viral (Tiktok)
News

Viral Diet Makan Kentang, Diklaim Bisa Turunkan Berat Badan 5 Kg Dalam Seminggu, Benarkah?

Viral Tiktok.

Kamis, 01 April 2021 15:08 WIB 01 April 2021, 15:08 WIB

INDOZONE.ID - Jagat media sosial sempat dihebohkan oleh video viral Tiktok yang memperlihatkan proses pembuatan makanan dari bahan dasar kentang yang diklaim bisa menurunkan berat badan hingga 5 kg dalam waktu 1 minggu.

Pengunggah video menceritakan pada Februari berat badannya 55 kg, namun kini menjadi 48 kg setelah rajin mengonsumsi makananan dari kentang rebus itu.

Baca juga: Heboh Polwan Digerebek Suami di Kamar Hotel, Kasus Ditangani Propam Polda Jateng

"Selama 1-2 minggu makan ini kamu bisa kok turun 5 kg," katanya.

Lalu ia menunjukkan cara memasak kentang tersebut yaitu kentang dipotong dadu lalu direbus dan diberi garam. Usai kentang terasa empuk, lalu diberi bumbu saus spaghetti dan bisa ditambahkan saus sambal jika dirasa terlalu manis.

"Satu kentang bisa untuk 3 kali makan," tuturnya.

Di akhir video, si pengunggah mengatakan kentang tersebut dimakan 3 kali dalam sehari. Satu porsi kentang tersebut mengandung 200 kalori. 

Menanggapi hal itu, influencer yang konsern dalam perdietan, Anton Septian mengatakan bahaya jika diet kentang yang viral tersebut banyak diikuti oleh orang lain. Sebab diet dengan hanya makan kentang rebus pakai saus seperti itu tidak baik untuk tubuh. 

Baca juga: Pasca Viral di Medsos, Hotman Paris Siap Bantu Dampingi Kasus Hak Asuh Anak Erlita Dewi

"Bayangkan kalau ada yang meniru makan kentang hanya dibumbuin gitu, 200 kalori dimakan 3 kali, kamu ngga hanya bisa turun berat badan tapi kamu juga dapat bonus sakit, lemes, tidak produktif, berhenti menstruasi dan berbagai kondisi negatif lainnya," papar Anton dalam channel Youtube-nya, Diet Santuy yang diposting pada 30 Maret 2021.

Ia juga menjelaskan, diet dengan mengonsumsi makanan kalori terlalu rendah akan menimbulkan masalah, sebab sumber energi dalam tubuh menjadi berkurang dan berbahaya untuk tubuh.

"Kalau makan seharian hanya kentang, terus proteinnya dari mana, lemak baiknya mana, vitamin dan mineralnya dari mana? Ini membahayakan lho mengikuti diet seperti ini. Jelas akan banyak defisiensi zat gizi tertentu," kata Anton.

Anton mengajak masyarakat untuk tidak ikut-ikutan tren diet yang sumbernya tidak jelas. Sebab menurutnya, banyak informasi diet di internet yang menyesatkan dan berpotensi membahayakan.

"Kamu bisa diet dan makan selayaknya orang normal, ngga perlu cuma makan kentang kayak di video viral," katanya.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
JOIN US
JOIN US