The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengejutkan! Menteri Kesehatan Ungkap Alasan Niat Pemerintah Tambah Pesanan Vaksin Sinovac
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (Antaranews)
News

Mengejutkan! Menteri Kesehatan Ungkap Alasan Niat Pemerintah Tambah Pesanan Vaksin Sinovac

Kamis, 08 April 2021 16:56 WIB 08 April 2021, 16:56 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkap alasan pemerintah berencana memesan lagi vaksin COVID-19, Sinovac.

Rencana itu dicanangkan demi mengantisipasi kebijakan embargo di beberapa negara produsen. Pemerintah berencana menambah jumlah pemesanan vaksin hingga 100 juta dosis.

"Kami sudah melakukan antisipasi dengan cara menambah jumlah Vaksin Sinovac, karena sampai sekarang yang tidak pernah mis jadwal pengirimannya adalah yang dari China," ujar Budi dilansir dari ANTARA, Kamis (8/4/2021).

Budi mengatakan, Indonesia semula dijadwalkan memeroleh vaksin sekitar 100 juta dosis pada 2021. Jumlah itu terdiri dari 54 juta dosis vaksin dari GAVI dan 50 juta dari AstraZeneca. 

Namun, jadwal itu bergeser seiring adanya kebijakan dari beberapa negara yang memproduksi vaksin.

"Yang dari Eropa dan dari India itu terbukti jadwalnya yang sudah didiskusikan kemudian bergeser karena berbagai macam masalah politik di negaranya masing-masing," ujar Budi

Informasi terakhir yang diterima dari pihak AstraZeneca, sebanyak 50 juta dosis vaksin rencananya dikirim pada 2021. 

Namun, terjadi perubahan sehingga pihak AstraZeneca hanya bisa mengirim 20 juta vaksin. Sedangkan sisanya, 30 juta vaksin lagi, diundur ke tahun depan.

"Vaksin dari GAVI yang 54 juta itu memang gratis, tapi ketidakpastiannya tinggi sekali, sedangkan yang AstraZeneca itu tidak ada perubahan harga, tapi mereka mengundurkan jadwalnya," ujarnya.

Budi menegaskan, pemerintah Indonesia berkomitmen menuntaskan program vaksinasi agar rampung pada 2021.

"Jadi semua pengiriman vaksin yang di tahun 2022 tidak akan kami lakukan konfirmasi," ujarnya.

Budi mengatakan, pihaknya belum mengetahui kepastian harga dari penambahan Vaksin Sinovac.

"Masih dalam tahap diskusi awal, volume komitmennya juga mereka (Sinovac) belum memberikan komitmen," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US