The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko Soal Demokrat, 'Nafsu Kekuasaan Besar Jadi Begal Partai'
Kolase tangkapan layar Andi Mallarangeng dan Moeldoko (YouTube MNC Trijaya/ANTARANEWS)
News

Andi Mallarangeng Sindir Moeldoko Soal Demokrat, 'Nafsu Kekuasaan Besar Jadi Begal Partai'

Sabtu, 06 Maret 2021 16:18 WIB 06 Maret 2021, 16:18 WIB

INDOZONE.ID - Sekretaris Majelis Tinggi Partai Demokrat Andi Mallarangeng menyindir Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko. Sindiran ini disampaikan Andi usai Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa (KLB) di Sibolangit, Deliserdang, Sumatera Utara.

Awalnya, Andi menyentil adanya 'begal partai' yang sangat bernafsu untuk berkuasa. Andi juga merasa heran kenapa seorang jenderal tega merebut Partai Demokrat. Dia bahkan membawa-bawa Orde Baru serta mengingatkan sepak terjang mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Menurut Andi, SBY tidak pernah melakukan hal semacam itu ketika dulu berkuasa.

"Sedih juga bahwa ada orang-orang yang dengan nafsu kekuasaan yang begitu besar, kemudian menjadi begal politik, begal partai," ujar Andi saat menghadiri diskusi virtual bertajuk 'Nanti Kita Cerita Tentang Demokrat Hari Ini' yang diunggah kanal YouTube MNC Trijaya, Sabtu (6/3/2021).

Andi kembali menyindir Moeldoko yang diketahui bukan kader Partai Demokrat. Dia bahkan menyinggung dugaan politik uang pada gelaran KLB tersebut. 

"Tiba-tiba sekarang ada elemen kekuasaan yang berada di lingkaran dalam presiden tiba-tiba berusaha mengambil alih partai orang lain dimana dia bukan kadernya sama sekali. Dengan kekuasaan dan uang bekerja sama bersekongkol dengan beberapa mantan kader dan kader-kader yang tidak jelas, lalu kemudian membuat KLB abal-abal," ujar Andi.

Andi kembali membawa nama SBY yang mengaku sedih atas penyelengaraan KLB. Sebab, Moeldoko diketahui pernah beberapa kali mendapat jabatan saat SBY berkuasa.

"Sebenarnya beliau merasa bersalah juga bahwa orang semacam Moeldoko ini dulu zaman Pak SBY sempat diberi jabatan beberapa kali, termasuk sampai Panglima TNI," kata Andi.

Tak puas sampai di situ, Andi juga menganalogikan hal ini dengan peribahasa.

"Cuma ya memang ada orang, kata orang Jawa kacang lupa lanjaran. Ya kira-kira begitulah," kata Andi.

Tonton vidoenya di bawah ini;

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Nanda Fahriza Batubara
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US