The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tersangka Kasus Obat Keras Untuk Aborsi di Sumbar Terancam Hukuman 15 Tahun
Keenam tersangka dihadirkan dalam jumpa pers yang digelar oleh Polresta Padang pada Senin (15/2/2021). (photo/Antarasumbar/Fathul Abdi)
News

Tersangka Kasus Obat Keras Untuk Aborsi di Sumbar Terancam Hukuman 15 Tahun

Senin, 15 Februari 2021 22:05 WIB 15 Februari 2021, 22:05 WIB

INDOZONE.ID - Polresta Padang, Sumatera Barat (Sumbar) mengungkapkan bahwa tersangka dalam kasus penjualan obat keras daftar G secara ilegal untuk menggugurkan kandungan (aborsi) terancam hukum 15 tahun penjara.

"Mereka dijerat dengan pasal berlapis, yaitu Undang-Undang Kesehatan, perlindungan anak, serta pasal penyertaan tindak pidana. Ancaman maksimal 15 tahun penjara," kata Kepala Polres Kota Padang Kombes Pol Imran Amir, di Padang, Senin (15/2) dikutip dari ANTARA.

Pasal yang dikenakan adalah Pasal 194 juncto Pasal 196 Undang-Undang RI Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan, dan dari pasal ini mereka terancam pidana maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Preman yang Malak Pedagang Sate Akhirnya Diamankan Polisi dan Minta Maaf: 'Saya Menyesal'

Kemudian, Pasal 77 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman 10 tahun penjara.

Tersangka dalam kasus tersebut berjumlah enam orang, yaitu suami istri berinisial I (50) dan S (50), pemilik Apotek Indah Farma yang menjual obat keras daftar G tanpa resep dokter kepada pembeli yang akan aborsi.

Tidak sebatas menjual obat, pemilik apotek itu diduga ikut membantu proses aborsi.

Saat ini, keduanya telah ditetapkan sebagai tersangka oleh polisi serta dilakukan penahanan badan.

Empat tersangka lainnya adalah pasangan di luar nikah yang pernah bertransaksi dan melakukan aborsi, yaitu AHS (20), ND (20), FS (20) dan AS (25).

Mereka juga telah ditahan oleh penyidik Polresta Padang untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Imran menegaskan pihaknya akan berkoordinasi dengan Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan terkait upaya penyegelan apotek milik tersangka.

"Penyelidikan juga dilakukan kepada apotek lainnya yang kemungkinan melakukan hal serupa," katanya pula.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US