LIT Dorong ASEAN-China Wujudkan Kerjasama Dagang Dalam RCEP
Ketua LIT, Sudrajat dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (7/11). (Dok. Indozone/Sigit Nugroho)
News

LIT Dorong ASEAN-China Wujudkan Kerjasama Dagang Dalam RCEP

Jumat, 08 November 2019 09:39 WIB 08 November 2019, 09:39 WIB

INDOZONE.ID - Lembaga kerjasama ekonomi, sosial dan budaya Indonesia-Tiongkok (LIT) mendorong ASEAN dan China untuk merealisasikan kerjasama perdagangan Regional Comprehensive Economic Parthnership (RCEP). 

Menurut Ketua LIT, Sudrajat, China saat ini terus memainkan perannya sebagai salah satu negara dengan kekuataan ekonomi nomor dua di dunia. ASEAN yang juga merupakan mitra strategis, memiliki kemiripan dari sisi budaya, akan bersama-sama meningkatkan pasar yang besar. 

Sementara itu, Indonesia sebagai salah satu negara terbesar di kawasan ASEAN, didorong untuk memainkan peran optimal melalui kerjasama dagang tersebut. 

"Kalau suatu persemakmuran dalam konteks ekonomi itu bagus-bagus saja. Enggak ada masalah. Bahkan pernah digagas juga trans pacific forum itu suatu hal yang bagus untuk kerjasama ekonomi," ujar Sudrajat dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Kamis (7/11). 

Sebagaimana diketahui, belum lama ini Pemerintah dalam hal ini Menko Perekonomian Airlangga Hartarto  menggagas pembentukan blok perdagangan baru, yaitu RCEP. Nantinya, 10 negara ASEAN bersama 6 negara mitra dagang lainnya yaitu China, Jepang, Korea, India, Australia dan Selandia Baru akan bergabung dalam blok dagang tersebut. 

"Sekarang misalkan saja ASEAN sendiri sudah meng-endors blok Belt and Road Inisiative, sudah menghargai dan welcome (dengan China) dan justru ASEAN ingin mengonektivitaskan dengan ASEAN punya plan. Jadi ASEAN ini, 10 negara ini sudah merencanakan tahun 2025 sampai 2045 itu adalah ASEAN Conectivity. Kita nyambung nanti. Mungkin hampir boarderless. Nah ini justru menyambut Belt and Road. Jadi ini konektivitas connecting the Connectivity," ujar Sudrajat. 

Menurut Sudrajat, akan banyak keuntungan bagi Indonesia dan ASEAN jika blok baru perdagangan tersebut telah terbentuk. 

"Nanti mungkin akan ada kemudahan, misalnya kalau sekarang di ASEAN udah enggak pakai Visa. Apakah nanti negara ASEAN dengan Tiongkok tidak ada pakai Visa. Itu bisa terjadi. Itu namanya konektivitas. Dalam konteks nanti ada India, Korea, Jepang, ya itu kan memang negara-negara yang ada di regional, jadi ini nanti akan jadi kekuatan region baru. Why Not," tuturnya. 

Sementara itu, mantan Dubes RI untuk Tiongkok yang juga anggota LIT, Soegeng Rahardjo mengatakan, perekonomian negara-negara ASEAN akan menjadi kuat jika RCEP betul-betul terbentuk. 

"Kalau kita lihat abad ini adalah abadnya Asia. Dan saya rasa yang mengenai RCEP itu adalah sudah tepat waktunya untuk khususnya tentang ASEAN centrality. Karena kalau umpamanya negara-negara ASEAN ini satu-satu berunding mengenai perdagangan dengan negara-negara besar seperti Tiongkok (China) dan India pasti kita kalah," tuturnya. 

"Oleh karena itu centrality, ASEAN sebagai community Asia Tenggara yang mempunyai pasar yang besar, berunding dengan China dengan Jepang itu suatu hal yg perlu dipertahankan. Karena peranan ASEAN itu harus central," imbuh Soegeng. (SN)

Artikel Menarik Lainnya

TAG
Astrid
Astrid Dwijayanti
Astrid

Astrid

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU