The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pedagang Wanita yang Dihajar Preman Malah Jadi Tersangka: Kepada Siapa Lagi Aku Mengadu?
Liti Gea (kiri) saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
News

Pedagang Wanita yang Dihajar Preman Malah Jadi Tersangka: Kepada Siapa Lagi Aku Mengadu?

Sabtu, 09 Oktober 2021 12:56 WIB 09 Oktober 2021, 12:56 WIB

INDOZONE.ID - Nasib menyedihkan dialami oleh Liti Wari Iman Gea, pedagang yang dianiaya oleh preman di Pasar Gambir, Tembung, Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang pada 5 September 2021.

Melaporkan penganiayaan yang dialaminya ke Polsek Percut Sei Tuan, wanita 37 tahun itu justru ditetapkan sebagai tersangka oleh polsek tersebut.

Liti pun menyampaikan curahan hatinya melalui akun Facebook Rosalinda Gea pada Kamis, 7 Oktober 2021.

"Ini lah hukum di indonesisia ini akulah yg korban yg di aniayai 4 orang premanisme 5.september 2021 beberapa hr yg lalu di pajak gambir aku pulak lh yg jadi tersangka. Sama siapa lagi aku mengadu tentang keadilan ini, Pak," katanya dengan emoticon menangis.

Tangkapan layar curhatan Liti Gea. (Facebook)
Tangkapan layar curhatan Liti Gea. (Facebook)

Liti mengunggah surat panggilan dari Polsek Percut Sei Tuan terhadap dirinya sebagai tersangka kasus penganiayaan. Ia diminta datang ke Polsek Percut pada Jumat, 8 Oktober 2021.

"...dimintai keterangan sebagai TERSANGKA oleh penyidik IPTU AHMAD ALBAR SH dan atau penyidik pembantu BRIPKA IRWAN R MANULLANG dalam perkara tindak pidana penganiayaan secara bersama sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 170 subs Pasal 351 ayat 1 KUHPidana," demikian petikan dari surat kepolisian kepada Liti.

Surat panggilan Liti Gea sebagai tersangka kasus penganiayaan oleh Polsek Percut Sei Tuan. (Facebook)
Surat panggilan Liti Gea sebagai tersangka kasus penganiayaan oleh Polsek Percut Sei Tuan. (Facebook)

Seperti diketahui, Liti dihajar oleh sejumlah preman pasar pada Minggu pagi, 5 September 2021. Video saat ia dianiaya viral di media sosial.

Dalam video yang beredar di media sosial, wanita itu terdengar menjerit-jerit kesakitan tanpa mampu melawan. Setelah dipukul hingga terjatuh, wanita itu kemudian ditendang sekuat tenaga oleh salah seorang preman berinisial BS, yang belakangan ditangkap polisi.

Mulanya, Liti mencoba memberi perlawanan. Namun, dengan sekali pukulan, BS membuat Liti tersungkur. Tepat saat Liti tersungkur, BS melayangkan tendangan keras ke wajah perempuan asal Nias itu.

Menurut keterangan Liti, BS saat itu meminta "uang setoran" Rp500 ribu kepadanya, yang saat itu belum lagi menjual setengah dagangannya.

"Uang apa?" tanya Liti kepada BS.

"Biasa. Uang pajak (pasar)," kata BS. 

"Sudah kubayar tadi sama pemuda setempat," kata Liti.

Mendengar jawaban itu, BS pergi dengan raut wajah penuh kekesalan. Liti pun sedikit lega.

Namun, kelegaan Liti tak berlangsung lama. Sejurus kemudian, BS kembali datang. Kali ini bersama kawan-kawannya, yang menurut Liti, berjumlah sekitar 6-7 orang.

"Rame-rame orang itu, datang, menghajar kami di situ. Gak ada suamiku. Hanya anakku yang masih sekolah dengan aku. Rambut aku ini, ditumbuk, disepak, diambil kayu lagi, dipukul kami di situ," ujar ibu satu anak itu sambil menahan tangis, saat membuat laporan kepolisian di kantor Polsek Percut Sei Tuan, Senin (6/8/2021).

Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)
Liti Gea saat dipukuli oleh preman di Pasar Gambir, Tembung. (ist)

Saat Liti Gea dipukuli, para pedagang yang lain di pasar itu hanya mampu melihat, tidak berani menolong atau melerai. Begitu pula anaknya yang masih berusia 12 tahun.

"Di situlah rame kali orang teriak. Ada juga yang mau misahkan, dikeroyok juga, dipukul orang itu," kata Liti.

BS sendiri juga melaporkan balik Liti ke Polsek Percut Sei Tuan. Ia mengaku dicakar oleh Liti.

Artikel Menarik Lainnya:



Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US