The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jokowi Dibully dan Ditertawakan Soal Azan Salat Idul Adha, Tuan Guru Bajang Angkat Bicara
Presiden Joko Widodo saat menghadiri salat Idul Adha di Istana Bogor. (Instagram)
News

Jokowi Dibully dan Ditertawakan Soal Azan Salat Idul Adha, Tuan Guru Bajang Angkat Bicara

Kamis, 22 Juli 2021 17:55 WIB 22 Juli 2021, 17:55 WIB

INDOZONE.ID - Terdapat polemik kehadiran muazin dalam salat Idul Adha yang dihadiri oleh Presiden Joko Widodo di Istana Bogor, membuat ulama Muhammad Zainul Majdi atau yang dikanal dengan panggilan Tuan Guru Bajang angkat bicara.

Tuan Guru Bajang menyadari banyak datang pertanyaan kepada dirinya baik melalui pesan pendek atau Whatsapp terkait dengan masalah ini.

"Banyak komen terkait kata 'muazin' dalam postingan Pak Jokowi @jokowi di twitter. Tidak sedikit yang membully dan mentertawakan. Alasannya, tidak ada azan dalam shalat Id sehingga tidak perlu muazin," tulis Tuan Guru dalam akun Instagramnya seperti yang dikutip Indozone, Kamis (22/7/2021).

Tuan Guru pun menjelaskan secara fikih berdasarkan salah satu kitab babon fikih Syafii.

"Banyak pertanyaan terkait ini kepada saya melalui pesan pendek dan watsap. Karena ini masalah fikih, saya kutipkan saja tulisan Imam Nawawi RA dalam Al-Majmu, salah satu kitab babon dalam fikih Syafii," sebutnya.

Tuan Guru Bajang saat berceramah. (Instagram)
Tuan Guru Bajang saat berceramah. (Instagram)

Katanya Imam Syafii dan Ashab (para tokoh utama Mazhab Syafii) mensunnahkan ucapan : Ash-shalatu jamiah (saat shalat id), berdasarkan qiyas dengan shalat gerhana.

Imam Syafii mengatakan dalam bukunya Al-Umm, "Aku suka apabila Imam memerintahkan Muazin untuk menyerukan di shalat Id dan shalat lain yang dilaksanakan secara berkumpul, "Ash-Shalatu jamiah'.

"Jadi istilah Muazin juga dipakai dalam shalat Id, hanya saja yang diserukan bukan azan yang biasa namun ucapan "Ash-Shalatu jamiah". Dan inilah yang diamalkan selama ini," katanya.

Tuan Guru membeberkan kalau siapa pun yang ingin menjalankan sariah Islam dalam kerangka kehidupan beragama, ia meminta untuk menjalankannya dengan kejernihan dan kerendahan hati.

"Pesan saya untuk diri saya dan kita semua, mari beragama dengan kejernihan dan kerendahan hati, jauhkan diri dari sifat gampang menyalahkan apalagi menghina orang lain. Siapapun itu. Apalagi kalau kita sendiri ternyata masih fakir ilmu," katanya.

Sebelumnya terjadi polemik karena dalam akun Instagram Presiden Jokowi menyebutkan posisi muazin dalam salat Idul Adha.

"Yang bertindak sebagai muazin, imam, dan khatib adalah anggota Paspampres," sebutnya dalam Instagram.

Namun sebenarnya baik itu salat Ied atau Idul Adha tidak memerlukan muazin. Pasalnya tidak ada azan dalam kedua salat sunnah tersebut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US