The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Jokowi Ingatkan Anak Muda Terdidik Bantu yang Miskin
Presiden Joko Widodo ajak anak muda turun tangan atasi masalah bangsa. (Sekretariat Kabinet)
News

Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2021, Jokowi Ingatkan Anak Muda Terdidik Bantu yang Miskin

Jokowi sadar tidak semua anak muda mengenyam pendidikan tinggi

Kamis, 28 Oktober 2021 13:06 WIB 28 Oktober 2021, 13:06 WIB

INDOZONE.ID - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyadari masih banyaknya anak muda di Indonesia yang tidak memiliki kesempatan untuk mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi. Ia mengungkapkan hal itu pada momen Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober, yang kini pada 2021 sudah 93 tahun diperingati.

Masalah pendidikan yang belum merata menjadi tantangan bagi setiap anak muda di tengah arus era digital dengan segala pembaruan ilmu pengetahuan dan teknologi. Meski begitu, Jokowi tidak menjelaskan apa yang bakal jadi solusi pemerintah bagi pengentasan masalah pendidikan itu. 

Jokowi hanya mengingatkan untuk kembali menyelami semangat Sumpah Pemuda, yang identik dengan rasa persatuan antaranak bangsa. Mereka yang memiliki akses ke dunia pendidikan diminta untuk turun tangan. 

"Harus ada pemuda lain yang memberitahu kepada yang belum tau, yang meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pada yang kurang, yang meningkatkan kesejahteraan kepada yang miskin," kata Jokowi dalam konferensi pers yang ditayangkan YouTube Sekretariat Presiden, Kamis. 

Menurutnya, peranan pemuda yang berpendidikan tinggi dalam membantu sesama diperlukan demi menyongsong kemajuan negara. Sikap gotong-royong demikian yang menjadi ciri kepemimpinan khas pemuda yang akan memimpin negeri di masa mendatang. 

"Kepemimpinan adalah membantu yang tidak bisa menjadi bisa dan membantu yang sudah bisa menjadi lebih bisa. Kepemimpinan itu bukan posisi apalagi jabatan, tapi adalah pengaruh inspirasi yang membaut visi menjadi kenyataan," tutur Jokowi.   

Jokowi menambahkan, spirit hari Sumpah Pemuda menjadi tonggak yang menopang keberlangsungan negara. Hal ini merujuk dengan realita bahwa jumlah penduduk Indonesia didominasi kawula muda. Ditambah, banyak anak muda yang telah unjuk gigi dan menuai prestasi dalam beragam hal. 

"Pemuda kembali mempunyai peran yang sentral, pemuda adalah kekuatan yang besar. Tumbuhnya (perusahaan) startup yang mengalahkan pemain lama menjadi bukti kekuatan pemuda," ucap mantan Gubernur DKI Jakarta itu. 

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Fahmy Fotaleno
Rohman Wibowo
JOIN US
JOIN US