The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

6 Fakta di Balik Proyek 'Roro Jonggrang', Wisma Atlet Jadi RS Covid-19
Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menyiapkan alat penyemprotan cairan disinfektan pada Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Sabtu (21/3/2020). (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
News

6 Fakta di Balik Proyek 'Roro Jonggrang', Wisma Atlet Jadi RS Covid-19

Ini faktanya.

Senin, 23 Maret 2020 08:49 WIB 23 Maret 2020, 08:49 WIB

INDOZONE.ID - Berbagai upaya pemerintah dalam menanggulangi penyebaran wabah virus corona (Covid-19) terus dilakukan dari berbagai sisi. Secara kesehatan, protokol penanganan wabah penyakit menular sudah dijalankan, salah satunya dengan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19.

Dari sisi ekonomi, stimulus pertama bagi pariwisata dan stimulus kedua untuk perpajakan juga telah dikucurkan. Bahkan, insentif fiskal dan moneter juga tengah dipersiapkan pemerintah. 

Sementara, disaat yang bersamaan dukungan infrastruktur untuk penanganan Covid-19 juga telah dijalankan, termasuk juga proyek 'kilat' pembangunan tempat observasi penyakit menular, serta mengubah fungsi Wisma Atlet menjadi Rumah Sakit Darurat Covid-19.

Semuanya itu dilakukan dalam waktu singkat, bak seorang Bandung Bondowoso dalam legenda Kerajaan Baka yang membangun 1.000 candi untuk Roro Jonggrang dalam waktu satu malam. 

Meski demikian, ada sejumlah fakta yang menarik untuk kamu ketahui. Indozone pun telah merangkumnya sebagai berikut.

1. Dikerjakan dalam Waktu 3 Hari

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Dirjen Penyediaan Perumahan, Khalawi Abdul Hamid mengungkapkan, pihaknya melibatkan lebih dari 700 tenaga kerja untuk menyelesaikan persiapan renovasi Rumah Sakit Darurat Covid-19 yang semula merupakan Wisma Atlet dan pernah digunakan untuk perhelatan Asian Games 2018 lalu. 

Pengerjaan sendiri dilakukan selama tiga hari, mulai Kamis (19/3/2020) malam dan selesai pada Minggu (22/3/2020) pagi. 

"Ada tiga komponen pekerjaan yang dilakukan. Pertama pembersihan ruangan karena sudah lama tidak dipakai, termasuk penyemprotan disinfektan. Kemudian modifikasi perbaikan sedikit di lantai 1, 2, dan 3 pada tower 7 yang akan dimanfaatkan sebagai RS Darurat dilengkapi dengan ruang laboratorium, farmasi, radiologi, dan ICU semua sudah siap 100%," kata Menteri PUPR Basuki Hadimuljono.

2. Sebanyak 4 Tower 'Disulap' Jadi Ribuan Kamar Perawatan

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Berdasarkan site plan yang sudah dibuat oleh Ditjen Penyediaan Perumahan, dari 10 tower yang ada di Wisma Atlet Kemayoran, Kementerian PUPR menyiapkan empat tower untuk digunakan sebagai RS Darurat Covid-19 yakni tower 1, 3, 6 dan 7 yang semuanya berada di Blok D10.

Tower 6 secara utuh mulai lantai 1 hingga 24 digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas yang tersedia adalah 650 unit dan dapat menampung 1.750 orang. 

"Satu kamar diperkirakan dapat menampung dua hingga tiga orang pasien," jelas Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid. 

Adapun tower 7 dibagi menjadi beberapa fungsi. Pada lantai 1 digunakan sebagai IGD, lantai 2 untuk ICU, lantai 3 untuk ruang refreshing. Sedangkan lantai 4 - 24 digunakan sebagai ruang rawat inap pasien. Kapasitas di tower 7 adalah 886 unit dengan kapasitas ruang rawat maksimum adalah 2.458 pasien.

Untuk dokter dan petugas medis akan menggunakan tower 1 lantai 1 - 24 dengan kapasitas 650 unit dan dapat menampung maksimum 1.750 orang. Sedangkan tower 3 lantai 1 - 24 direncanakan untuk Posko Gugus Tugas Penanganan Covid-19. Jumlah unit yang tersedia sebanyak 650 unit dan dapat menampung maksimal 1.750 orang.

3. Melibatkan Seluruh Elemen Bangsa

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Proyek 'kilat' Rumah Sakit Darurat Covid-19 tersebut melibatkan berbagai eleman bangsa, dibawah koordinasi Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang diketuai oleh Kepala BNPB Letnan Jendral TNI Doni Monardo. 

Unfuk pekerjaan teknis, yaitu merapikan dan memperbaiki tower 1 dikerjakan oleh PT. Adhi Karya, tower 3 dikerjakan oleh PT. Nindya Karya, tower 6 dikerjakan oleh PT. Waskita Karya dan PT. Brantas Abipraya.

Sedangkan tower 7 dikerjakan oleh PT. Wijaya Karya dan PT. Pembangunan Perumahan (PP). Dan yang ditunjuk sebagai konsultan perencanaan dan pengawasan pekerjaan tersebut adalah PT. Bina Karya.

"Seluruh pembiayaan akan ditanggung oleh BNPB," ungkap Dirjen Penyediaan Perumahan Khalawi Abdul Hamid. 

Khalawi juga menjelaskan, dukungan lain juga datang dari berbagai pihak. Untuk membantu operasionalisasi dan kebersihan tower 1, 6, 7 adalah INA Hotel, sedangkan untuk tower 3 dilaksanakan oleh Moritz.

Kemudian untuk instalasi dan alat kesehatan serta alat rumah sakit dikoordinir oleh RSPAD Gatot Subroto yang bekerja sama dengan Kementerian Kesehatan dan Paramedis.

Lay out rumah sakit tower 7 lantai 1 hingga 3 didesain dan ditetapkan oleh RSPAD Gatot Subroto.

PT. Panasonic Indonesia juga ikut memberikan bantuan CSR berupa servis AC di seluruh tower yang ada dan PT PLN (Persero) bertanggung jawab penuh atas kelistrikan di seluruh tower. Lalu untuk kebutuhan air, penyediaannya adalah PPK Kemayoran turut andil dalam kontribusi penanganan darurat Covid-19, PT Bank Mandiri Tbk juga ikut memberikan bantuan quality insurance untuk rumah sakit. 

4. Dibagi Menjadi Tiga Zona

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas melintas di depan tower tujuh RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta dibagi menjadi tiga zona. Ketiga zona tersebut, yaitu zona hijau, kuning, dan merah. 

Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan, pembagian tiga zona tersebut.

  1. Zona Hijau adalah tower 1, yang akan diisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19. Hanya orang yang berkepentingan yang bisa memasuki daerah ini.
  2. Zone Kuning adalah tower 3, yang akan diisi oleh dokter, perawat, dan petugas paramedis lainnya.
  3. Zone Merah adalah tower 6 sampai 7 adalah RS Darurat Penanganan COVID-19. Hanya mereka yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap yang bisa masuk ke zona ini, selain pasien.

"Upaya ini adalah hasil kerjasama berbagai pihak, termasuk swasta," kata Erick Thohir.

5. Hanya untuk Pasien Covid-19 Skala Ringan

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Menteri Kesehatan Terawan Putranto mengatakan, Wisma Atlet Kemayoran sebagai RS Darurat Covid-19 diperuntukkan untuk pasien positif virus corona yang kondisinya sakit ringan.

Hal itu dilakukan agar rumah sakit rujukan corona bisa fokus untuk menangani pasien Covid-19 yang kondisinya sakit berat.

Menurut Menkes Terawan, rumah sakit yang akan menentukan pasien mana yang akan dirawat di Wisma Atlet, agar pasien positif Covid-19 dengan sakit ringan tidak menyebabkan penularan baru. 

"Rumah Sakit yang akan melakukan seleksi, mana yang bisa dirawat di wisma atlet. Untuk tenaga medis saya cek sudah siap semua," ujar Menkes Terawan.

6. Teknologi IT yang Mumpuni

6 Fakta di Balik Proyek
Petugas mempersiapkan alat medis di RS Darurat Covid-19, kompleks Wisma Atlet di Kemayoran, Jakarta, Minggu (22/3/2020). (ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

Menteri BUMN Erick Thohir menerangkan, dirinya melibatkan perusahaan BUMN untuk menyuplai kebutuhan komunikasi berupa jaringan telekomunikasi yang mumpuni.

"Kami sudah menyiapkan jaringan telekomunikasi hingga 500 MB di RS Darurat Penanganan Covid-19 Wisma Atlet," kata Erick Thohir.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Yulia Marianti
Sigit Nugroho
Fauzi

Fauzi

Editor
Sigit Nugroho

Sigit Nugroho

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US