The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jaksa Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia, Inilah Sederet Kontroversi Fedrik Adhar
Fedrik Adhar
News

Jaksa Kasus Novel Baswedan Meninggal Dunia, Inilah Sederet Kontroversi Fedrik Adhar

Selasa, 18 Agustus 2020 21:31 WIB 18 Agustus 2020, 21:31 WIB

INDOZONE.ID - Kasubsi Penuntutan Kejaksaan Negeri Jakarta Utara, Robertino Fedrik Adhar Syaripuddin, meninggal dunia.

Kepergian Fedrik berbarengan dengan peringatan HUT Ke75 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Senin (17/8/2020).

Fedrik sempat dikabarkan mengalami komplikasi penyakit. Namun belakangan pihak kejaksaan menyebut Fedrik terpapar Covid-19.

Dia menghembuskan nafas terakhir usai dirawat beberapa hari di RS Pondok Indah Bintaro, Jakarta. 

Beberapa hari sebelum jatuh sakit dan dirawat, Fedrik dikabarkan pulang kampung ke Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, pada Idul Adha lalu.

Kepergian Fedrik menggegerkan publik. Sebab kematiannya hanya berselang hitungan bulan pascamemberi tuntutan kontroversial terhadap dua pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK, Novel Baswedan.

Berikut beberapa fakta mengenai sosok Fedrik.

1. Komplikasi Penyakit

Sebelum dinyatakan positif Covid-19, Fedrik sempat dinyatakan meninggal dunia akibat mengalami komplikasi pemyakit.

Hal ini disampiakan Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Hari Setiyono. 

"Infonya sakit komplikasi penyakit gula," ujar Hari dalam keterangannya, Senin (17/8/2020).

Tak lama berselang, Hari menyatakan bahwa Fedrik meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Hal ini terungkap berdasar hasil rapid test dan swab test.

"Yang bersangkutan terpapar Covid-19," katanya kepada wartawan.

2. Pulang Kampung

Pada Idul Adha akhir Juli 2020 lalu, Fedrik sempat pulang ke kampung halamannya di Baturaja, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan. 

Tak lama setelah itu, Fedrik jatuh sakit dan langsung dirawat di rumah sakit.

"Ketika kembali ke Jakarta kemudian didiagnosa sakit. Kemudian hari Kamis dilakukan rapid dan swab barulah ditemukan atau ada indikasi terpapar Covid-19," kata Hari.

3. Punya Barang Mewah

Saat tuntutan terhadap dua penyiram air keras penyidik KPK Novel Baswedan menjadi kontroversial, sosok Fedrik langsung menjadi sorotan.

Kecurigan publik terhadap integritasnya selaku penegak hukum kian mencuat lantaran kerap pamer gaya hidup mewah melalui media sosialnya.

Berdasarkan hasil laporan kekayaan yang tersebar di media sosial, Fedrik dikabarkan memiliki total kekayaan hingga Rp 5,8 miliar pada 2018 lalu. 

Dia juga mempunyai sejumlah barang mewah seperti mobil.

4. Sebut KPK Pencitraan

Fedrik juga sempat membuat heboh setelah unggahannya di media sosial yang menyebut operasi tangkap tangan KPK hanya pencitraan.

Pernyataannya itu keluar usai KPK menangkap mantan Bupati Subang, Ojang Suhandi. 

5. Tangani Kasus Ahok

Pada 2016 lalu, nama Fedrik sempat muncul dalam daftar jaksa yang menangani perkara Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Seperti diketahui, Ahok terlibat kasus penistaan agama kala itu.

6. Sebut Penyiram Novel Tak Sengaja 

Sorotan publik terhadap sosok Fedrik memuncak setelah dia menyebut para pelaku penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan tidak sengaja.

Seperti diketahui, Fedrik hanya menuntut penyiram air keras ke wajah Novel, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir, selama satu tahun penjara.

Fredrik Adhar lahir pada 28 September 1982. Dia diangkat menjadi CPNS Kejaksaan RI pada 2008 lalu dan dinyatakan lulus pada 2013 dengan NIP 198209282008121001.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Nanda Fahriza Batubara
JOIN US
JOIN US