The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kisah Mbah Bingah, Tiap Hari Naik Turun Gunung Merbabu Memanggul 30 Kg Sampah para Pendaki
Mbah Bingah, nenek pemungut sampah para pendaki di Gunung Merbabu, Jawa Tengah. (Ist)
News

Kisah Mbah Bingah, Tiap Hari Naik Turun Gunung Merbabu Memanggul 30 Kg Sampah para Pendaki

Rabu, 23 September 2020 15:17 WIB 23 September 2020, 15:17 WIB

INDOZONE.ID - Wanita itu berjalan tergopoh-gopoh menyusuri jalanan landai. Dia memanggul karung goni yang ukurannya jauh lebih besar dibanding tubuhnya. Karung goni itu penuh berisi bermacam sampah. Di tangan kanannya, ia menenteng kantung plastik berukuran besar, yang juga berisi sampah.

Begitu sampai di halaman rumahnya, wanita yang usianya lebih dari separuh baya itu lekas menurunkan karung goni raksasa yang dipanggulnya. Juga meletakkan kantung plastik penuh sampah itu di tanah. Dia meluruskan punggung dan pinggangnya, melepaskan pegal yang sedari tadi dia tahankan, dan menarik napas dalam-dalam.

Namanya Mbah Bingah. Usianya 63 tahun. Dialah sosok di balik terjaganya kebersihan di Gunung Merbabu di Jawa Tengah.

Siang itu, dia hanya mengenakan selapis jaket berwarna hijau lumut dan celana sebetis. Tidak ada embel-embel penghangat lain layaknya yang sering dipakai para pendaki dari kota.

Setiap hari, Mbah Bingah naik turun gunung setinggi 3.145 meter di atas permukaan air laut itu, memunguti sampah-sampah para pendaki yang tak sadar akan kebersihan lingkungan. Dalam sehari, rata-rata sampah yang dia kumpulkan mencapai 30 hingga 40 kilogram. Sampah sebanyak itu dia panggul seorang diri dengan karung goni yang sangat besar. 

Dinginnya suhu serta ketinggian gunung yang tak bisa dibilang dekat, apalagi bagi wanita seusianya, sama sekali tak menjadi penghalang baginya. Pekerjaan mulia itu pun sudah dilakoninya sejak tiga tahun terakhir.

"Saya senang dengan pekerjaan ini, karena gunung jadi bersih. Kalau sampah tidak dikutip nanti gunung jadi kotor kalau sampah sampai menumpuk," ujarnya.

Untuk menyambung hidup, sampah-sampah itu pun dia pilah untuk dijual. 

"Biasanya yang saya jual itu botol minuman, yang plastik-plastik itu yang laku," katanya.

Ist
Mbah Bingah berbagi beras kepada lansia tetangganya.

Dalam keadaan hidup serbaterbatas, Mbah Bingah tetap rutin berbagai kepada tetangga-tetangganya. Dia tidak pernah memakan sendiri hasil keringatnya. Dia, antara lain, rutin memberi sembako kepada warga lanjut usia (lansia) di sekitar rumahnya.

"Kita ini akan menjadi mulia dengan berbagi. Dengan memberi, kita sedang menerima. Menerima sesuatu dari-Nya," katanya.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by JOGJA INSTAGRAM (@jogja_ig) on

Artikel Menarik Lainnya :

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US