The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

IPW Sebut Dua Buron Kakap Ditangkap di AS, Siapa Indra Budiman dan Sai Ngo NG?
Indra Budiman
News

IPW Sebut Dua Buron Kakap Ditangkap di AS, Siapa Indra Budiman dan Sai Ngo NG?

Senin, 03 Agustus 2020 19:53 WIB 03 Agustus 2020, 19:53 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini, publik digegerkan dengan aksi pelarian buron kelas kakap Djoko Tjandra yang melibatkan sejumlah aparat negara.

Berselang beberapa waktu kemudian, kepolisian Indonesia bekerja sama dengan pihak keamanan Malaysia untuk menangkap Djoko.

Saat publik masih tak habis pikir dengan fakta pelarian Djoko, Indonesia Police Watch (IPW) baru-baru ini mengungkap hal mengejutkan.

Menurut Ketua Presidium IPW Neta S Pane, saat ini ada dua buronan kasus penipuan di Indonesia yang telah ditangkap pihak keamanan di Amerika Serikat.

Neta menyayangkan sikap lambat pihak kepolisian Indonesia merespons penangkapan dua buron tersebut. Tidak seperti saat memburu buronan kasus pengalihan utang Bank Bali, Djoko Tjandra.

"Padahal kedua buronan ini lebih merugikan banyak orang dan jumlah uang yang dikemplangnya lebih besar," ujar Neta melalui keterangan tertulis yang diperoleh Indozone.id, Senin (3/8/2020).

Menurut Neta, kedua buron yang tertangkap itu adalah Indra Budiman dan Sai Ngo NG. Mereka terjerat kasus penipuan di Indonesia pada 2015 lalu dan buron sebelum akhirnya tertangkap.

Indra Budiman dan Sai Ngo NG masuk dalam daftar Red Notice pada 2018 silam.

Neta mengatakan, informasi tentang penangkapan keduanya diperoleh dari sumber terpercaya. Mereka ditangkap pihak Imigrasi AS dan masih mengupayakan pengiriman ke Indonesia.

Siapa Indra Budiman dan Sai Ngo NG?

Indra Budiman merupakan buronan kasus penipuan dan money laundering terkait penjualan Condotel Swiss Bell di Kuta, Bali.

Korban tersebar di Jakarta, Bandung, Bali dan Yogyakarta. Sebagian uang hasil penipuan itu digunakan untuk trading dan investasi. Sebagian lagi untuk membeli rumah, tanah dan kendaraan pribadi. 

Tak tanggung-tanggung, Indra Budiman disebut-sebut merugikan para korban hingga Rp 800 Miliar.

Dalam aksinya, Indra bersekongkol dengan rekannya, Christopher Andreas Lie. Namun, Christopher telah ditangkap pada 2015 lalu. Sedangkan Indra melarikan diri.

Mereka mengelabui korban dengan membentuk perusahaan konsultan properti yang menjual apartemen dan condotel seharga lebih Rp 1 Miliar.

Ada 12 properti yang mereka jual melalui PT Royal Premier Internasional. Yakni sektor properti yang dikemas dengan program investasi emas dan asuransi. Iming-imingnya, para investor akan balik modal 10 hingga 15 tahun kemudian.

Di samping itu, keduanya juga menjanjikan keuntungan cash back sebesar dua persen serta hadiah kendaraan mewah. 

Dalam kasus ini, Christopher melakukan kontrak pembelian dengan developer atas nama korban. Namun ternyata dia tidak membayarkan uang customer sepenuhnya. 

Sedangkan Sai Ngo NG terlibat kasus korupsi terkait pengajuan 82 KUR fiktif ke Bank Jatim Cabang Woltermonginsidi Jakarta.


Artikel Menarik Lainnya:


 

TAG
Nanda Fahriza Batubara

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US