The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mahfud MD Sebut Masalah Kepemilikan Lahan Ponpes FPI Harus Diselesaikan
Menko Polhukam Mahfud MD (kiri). (Foto: ANTARA/Aprillio Akbar)
News

Mahfud MD Sebut Masalah Kepemilikan Lahan Ponpes FPI Harus Diselesaikan

Untuk Pesantren Bersama

Rabu, 30 Desember 2020 01:51 WIB 30 Desember 2020, 01:51 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD menegaskan masalah hukum kepemilikan lahan Pondok Pesantren Markaz Syariah FPI dengan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) harus diselesaikan agar jelas kepemilikannya.

"Saya mengatakan bahwa masalah hukumnya harus selesaikan dulu, apakah tanah milik negara atau bukan," kata Mahfud dalam akun Twitternya @mohmahfudmd seperti dilansir Antara, yang terpantau di Jakarta, Selasa (29/12/2020).

Menurut dia, penyelesaian kasus hukum itu bisa dilakukan dengan melibatkan Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR) dan Kementerian BUMN. Jika sudah dapat diselesaikan, kata dia, maka bisa diusulkan untuk menjadi pondok pesantren bersama.

"Selesaikan dulu hukum kepemilikannya dengan Kementerian Agraria-TR dan BUMN. Jika sudah jelas negara sebagai pemilik, maka kita bisa usul untuk dijadikan ponpes bersama," ujar mantan Ketua Mahkamah Konstitusi ini.

BACA JUGA: Mahfud Tegaskan Tidak Akan Bentuk TGPF Terkait 6 Laskar FPI yang Tewas, Ini Alasannya!

Sebelumnya Mahfud mengatakan, jika status hukum kepemilikan lahan Markaz Syariah FPI sudah jelas dan negara sebagai pemilik, sebaiknya ponpes tersebut diteruskan dengan melibatkan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, dan FPI secara bersama-sama.

"Kalau saya berpikir begini, itu kan untuk keperluan pesantren ya diteruskan saja untuk keperluan pesantren tapi nanti yang mengurus misalnya Majelis Ulama, misalnya ya NU, Muhammadiyah gabung, gabunganlah termasuk kalau mau ya FPI di situ bergabung ramai-ramai misalnya ya," kata Mahfud dalam Webinar Dewan Pakar KAHMI yang disiarkan secara daring pada Senin (28/12/2020).

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Edi Hidayat
Edi Hidayat

Edi Hidayat

Editor
JOIN US
JOIN US