JK: Pancasila Bukan Untuk Diseminarkan 
Peringatan Hari Konstitusi yang dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Minggu (18/8/2019)/mpr.go.id
News

JK: Pancasila Bukan Untuk Diseminarkan 

"Makin dibahas Pancasila itu, makin bingung kita semua."

Minggu, 18 Agustus 2019 17:23 WIB 18 Agustus 2019, 17:23 WIB

INDOZONE.ID - Ideologi Pancasila dirumuskan oleh para pendiri bangsa dinilai Wakil Presiden Jusuf Kalla, bukan untuk dibahas dalam seminar, diskusi dan penulisan jurnal karena Pancasila sudah jelas dan tegas.

JK mengingatkan, Pancasila untuk dilaksanakan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. "Bung Karno tidak merumuskannya untuk diseminarkan, tetapi untuk dilaksanakan. Makin dibahas Pancasila itu, makin bingung kita semua rakyat Indonesia ini," katanya.

Ia mengingatkan agar pancasila disampaikan secara sederhana, sehingga setiap pasalnya dapat dihayati dengan baik oleh masyarakat, untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pembahasan atau diskusi mengenai Pancasila, lanjut ia, tidak lagi dibuat rumit yang membuat semakin sulit diterapkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. 

"Semakin sederhana Pancasila didiskusikan, maka semakin mudah masyarakat untuk menghayati setiap silanya," ujarnya saat Peringatan Hari Konstitusi di Gedung Nusantara IV Gedung MPR, DPR, DPD RI Jakarta, Minggu (18/8/2019).

Perumusan Pancasila, lanjut JK, saat Sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) disederhanakan oleh Soekarno saat itu hingga terangkum dalam lima sila yang mewakili dasar bernegara Indonesia.

"Bung Karno saja tidak membahasnya, justru dia cuma memberikan pilihan. Kalau Pancasila itu terlalu banyak, bikin dengan Trisila - sosio demokrasi, sosio nasionalis, Ketuhanan Yang Maha Esa - tiga saja, jelas, tegas. Kita malah terbalik, dibahas terus menerus, paper-nya panjang lebar, tidak tahu jelasnya apa," ujarnya.

Ia mengungkapkan, setiap bulan Agustus, bangsa ini memperingati dua peringatan penting yang berturut-turut yakni Peringatan HUT RI pada tanggal 17 Agustus dan Peringatan Hari Konstitusi pada tanggal 18 Agustus, yang saling memiliki keterkaitan bagi perjalanan sejarah bangsa Indonesia.

“Konstitusi memiliki arti penting buat bangsa Indonesia, sebab konstitusi yang dibentuk para pendiri bangsa yang hebat-hebat itu, yang menjadi dasar dalam kehidupan bernegara, merupakan konsensus bersama seluruh bangsa yang mesti dijalankan bersama-sama,” katanya.

TAG
Indozone
Indozone News
alwan

Alwan

Writer
Indozone News

Indozone News

Reporter

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU