The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pemuda di Cilacap Bunuh Ibunya karena Sakit Hati Sering Dimarahi, Kini Menyesal
Pemuda Cilacap bunuh ibu kandung. (Istimewa)
News

Pemuda di Cilacap Bunuh Ibunya karena Sakit Hati Sering Dimarahi, Kini Menyesal

Minggu, 12 September 2021 10:22 WIB 12 September 2021, 10:22 WIB

INDOZONE.ID - Polisi mengungkapkan hasil pemeriksaan awal pemuda di Cilacap yang membunuh ibu kandungnya sendiri. Pemuda 23 tahun bernama Rendi Saputra itu membunuh ibunya, Wasitoh (43) dengan cara menggorok leher sang ibu pakai golok.

Berdasarkan kabar yang beredar, Rendi nekat membunuh ibunya karena tidak dibelikan motor dan tidak diizinkan menikah. Kapolres Cilacap, AKBP Leganek Mawardi mengatakan, pelaku membunuh ibunya karena kesal merasa tak dianggap.

Pelaku mengatakan bahwa dirinya jarang diajak ngobrol dan justru sering diomeli oleh ibunya. Kepada polisi, Rendi juga mengaku bahwa dirinya selama ini sering membantu jualan bubur.

"Untuk hasil pemeriksaan awal, itu merupakan luapan emosi dari tersangka terhadap korban, karena jarang diajak ngobrol, sering diomelin. Yang bersangkutan walaupun sudah membantu jualan bubur, namun tidak dianggap sama keluarganya," kata Mawardi.

Sebelum terjadi pertumpahan darah, pelaku dan korban sempat berseteru. Warga sekitar sempat hendak melarai, namun karena pelaku tiba-tiba mengambil golok, semua orang pun ketakutan dan menjauh.

Baca juga: Tampang RS, Anak Durhaka yang Gorok Ibu Kandung, Kepala Diinjak Warga

Dengan cepat, pelaku menggorok leher ibunya sendiri hingga korban tumbang dalam kondisi bersimbah darah. Pelaku kemudian langsung diamankan dengan warga. Polisi dibantu anggota TNI juga turut mengamankan anak durhaka tersebut.

Berdasarkan kesaksian warga, pelaku dikenal sebagai anak yang pendiam. Selama ini dia tinggal bersama ibu dan dua adiknya, sementara ayahnya merantau di luar kota. Biasanya, pelaku membantu ibunya berjualan bubur di sekitar pasar Palem Gading.

Kepada polisi, ia melakukan pembunuhan tersebut karena emosinya sudah tidak tertahankan lagi. Meski demikian, ia mengaku menyesal telah membunuh ibunya.

"Sudah lama (emosi), sering sakit hati. Saya kalau sedang tidak berjualan (bubur kacang hijau) sering dimaharin. Pokoknya disuruh jualan terus. Menyesal saya," ujar pelaku.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Dina

Dina

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US