The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menag Sebut Asrama Haji Pondok Gede Bisa Dioptimalkan Tampung 1.000 Pasien Covid-19
Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas (kiri) dan Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto (kanan). (INDOZONE/Harits Tryan Akhmad).
News

Menag Sebut Asrama Haji Pondok Gede Bisa Dioptimalkan Tampung 1.000 Pasien Covid-19

25 asrama bisa digunakan.

Senin, 05 Juli 2021 18:17 WIB 05 Juli 2021, 18:17 WIB

INDOZONE.ID - Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas mempersilakan Rumah Sakit (RS) Haji dan Asrama Haji dimanfaatkan untuk penanganan pasien Covid-19. Setidaknya ada 25 asrama haji yang sudah disiapkan untuk penanganan pasien Covid-19. Sampai hari ini, tercatat sudah ada 1.054 pasien yang memanfaatkan.

"Saya sudah menerbitkan instruksi untuk Sekjen, Plt Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kakanwil dan Kepala Asrama Haji seluruh Indonesia, terkait optimalisasi pemanfaatan asrama haji," kata Menag Yaqut di asrama haji Pondok Gede, Senin (5/7/2021).

"Selain asrama haji, kita juga punya RS Haji, dipersilahkan untuk dimanfaatkan sebagai tempat pasien Covid-19," sambungnya.

Menag berujar, dalam menghadapi pandemi Covid-19 ini tidak bisa dilakukan secara sendiri. Oleh sebab itu Kemenag berkolaborasi dengan Kemenkes, Kementerian BUMN, Kementerian PUPR, dan instansi terkait lainnya dalam penanganan Covid-19.

Ia menekankan bilamana Asrama Haji Pondok Gede bisa dioptimalkan dalam menangani pasien Covid-19. Setidaknya diharapkan bisa menampung 1.000 pasien dengan fasilitas yang cukup memadai.

Baca Juga: Selain Kartu Vaksin, WNA Wajib Isolasi 8 Hari Setibanya di Indonesia

"Asrama Haji Pondok Gede, insya Allah bisa dioptimalkan hingga penanganan 1.000 pasien Covid-19. Ini cukup memadai dengan fasilitas yang ada dan sarana yang akan disupport Pertamedika, Kemenkes, Kementerian PUPR. Semoga hari Rabu sudah siap dipakai," tutur dia.

Saat ini Gedung Arafah digunakan RS Haji untuk tempat perawatan pasien Covid-19 dengan gejala sedang dan berat. Kemenag telah bekerjasama dengan Pertamedika untuk meningkatkan fungsi gedung ini sebagai RS Darurat dengan kapasitas 138 bed untuk pasien.

Kemenag dengan Pertamedika juga akan menyiapkan gedung D1 dan D2 sebagai tempat tenaga kesehatan (nakes) dengan kapasitas 333 bed. Bangunan lain yang akan digunakan adalah gedung A, B, C, H, dan D5. Lima gedung ini kapasitasnya bisa mencapai 772 bed.
 
Gedung-gedung ini akan disiapkan Kemenkes untuk pasien. Kemenkes juga akan menyiapkan gedung D3 dan D4 dengan kapasitas 365 bed untuk nakes. Sementara gedung E, dengan kapasitas 160 bed, disiapkan sebagai cadangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
M Fadli
Harits Tryan Akhmad
JOIN US
JOIN US