The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Laki-laki Secara Dramatis Akan Melebihi Jumlah Wanita dalam Beberapa Dekade
Ilustrasi ibu hamil. (Freepik)
News

Laki-laki Secara Dramatis Akan Melebihi Jumlah Wanita dalam Beberapa Dekade

Rabu, 04 Agustus 2021 11:28 WIB 04 Agustus 2021, 11:28 WIB

INDOZONE.ID - Pria akan secara dramatis melebihi jumlah wanita dalam beberapa dekade karena 'preferensi budaya' untuk anak laki-laki dan pemilihan jenis kelamin sebelum melahirkan, menurut sebuah penelitian.

Makalah yang diterbitkan dalam jurnal BMJ Global Health, menyalahkan preferensi budaya untuk anak laki-laki karena menyebabkan rasio yang tidak merata dan memproyeksikan defisit 'konservatif' dari 4,7 juta kelahiran perempuan pada tahun 2030.

Peneliti juga mengatakan pemilihan jenis kelamin prenatal telah menyumbang sekitar setengah dari defisit perempuan baru-baru ini, menciptakan rasio miring saat lahir di negara-negara di seluruh Eropa Tenggara hingga Asia Selatan dan Timur sejak tahun 1970-an.

Jumlah total kelahiran perempuan yang hilang antara tahun 1970 dan 2017 diperkirakan mencapai 45 juta, 95 persen di antaranya hilang dari China atau India, yang merupakan negara dengan jumlah kelahiran terbesar di dunia.

Baca juga: Dukcapil Tegaskan Jenis Kelamin Transgender di KTP Elektronik Laki-laki atau Perempuan

Dilansir Daily Mail, para peneliti memperingatkan lebih dari sepertiga populasi dunia akan mengalami ketidakseimbangan jenis kelamin jangka panjang sebagai akibatnya, dengan dampak sosial dan ekonomi.

"Kurang dari yang diharapkan perempuan dalam suatu populasi dapat mengakibatkan peningkatan tingkat perilaku antisosial dan kekerasan, dan pada akhirnya dapat mempengaruhi stabilitas jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan sosial," kata penulis utama Dr Fengqing Chao, dikutip dari Daily Mail.

Rasio jenis kelamin yang bias laki-laki juga dapat mengakibatkan tekanan perkawinan, di mana banyak laki-laki tidak menikah karena tidak ada cukup perempuan.

Peneliti mengatakan memahami potensi evolusi ketidakseimbangan seks saat lahir adalah penting untuk mengantisipasi dan merencanakan perubahan struktur seks di seluruh dunia.

Makalah itu mengatakan bahwa tantangan utama adalah untuk memahami apakah maskulinitas kelahiran akan tetap condong tanpa batas di negara-negara yang terkena dampak aborsi selektif jenis kelamin dan apakah negara-negara baru mungkin terpengaruh di masa depan. 

Dr Chao menyerukan 'kerangka hukum yang lebih luas' untuk membangun kesetaraan gender. 

Pemilihan jenis kelamin adalah salah satu praktik berbahaya utama yang ditetapkan oleh PBB dan ditargetkan berdasarkan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Dina
Fitri
Dina

Dina

Editor
Fitri

Fitri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US