The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Korupsi Rp1,69 Miliar, Wali Kota Tanjungbalai Divonis 2 Tahun dan Denda Rp100 Juta
Wali Kota Tanjungbalai H Muhammad Syahrial Batubara (Antaranews)
News

Korupsi Rp1,69 Miliar, Wali Kota Tanjungbalai Divonis 2 Tahun dan Denda Rp100 Juta

Senin, 20 September 2021 23:30 WIB 20 September 2021, 23:30 WIB

INDOZONE.ID - Wali Kota Tanjungbalai non-aktif H Muhammad Syahrial Batubara akhirnya dinyatakan terbukti bersalah menyuap mantan penyidik KPK dari Polri, Stepanus Robinson Pattuju sebesar Rp1,695 miliar agar tidak menaikkan kasus dugaan korupsi ke tingkat penyidikan.

Syahrial pun divonis dua tahun penjara denda Rp100 juta subsider 4 bulan kurungan atas kesalahannya itu. 

"Mengadili, menyatakan terdakwa Muhammad Syahrial terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana dakwaan alternatif kedua penuntut umum. Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Syahrial dengan pidana penjara selama dua tahun dan pidana denda sebesar Rp100 juta dengan ketentuan bila tidak dibayar harus diganti dengan pidana selama 4 bulan," ujar Ketua Majelis Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Medan, Ashar M Lubis, Senin (20/9/2021).

Vonis ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa yang menuntut Syahrial dihukum 3 tahun penjara serta denda Rp150 juta subsider 6 bulan penjara.

Vonis tersebut didasarkan pada dakwaan alternatif kedua dari Pasal 5 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Dalam sidang putusan tersebut, hakim menolak permohonan Syahrial untuk menjadi pelaku yang bekerja sama dengan penegak hukum (justice collaborator).

"Mengenai permohonan 'justice collaborator' menurut hemat majelis, belum memenuhi ketentuan. Menolak permohonan 'justice collaborator' dari terdakwa," kata hakim.

Adapun hal yang meringankan bagi Syahrial adalah karena ia bersikap sopan, mengakui perbuatannya, bersikap kooperatif selama proses persidangan, dan merupakan tulang punggung keluarga.

Adapun dalam kasus ini, sebagaiman dilansir Antara, Syahrial yang juga merupakan politisi Partai Golkar berkunjung ke rumah dinas Wakil Ketua DPR RI yang juga merupakan petinggi Partai Golkar Muhammad Azis Syamsudin di Jalan Denpasar Raya, Kuningan Jakarta Selatan, meminta dukungan untuk mengikuti menjadi Wali Kota Tanjungbalai 2021-2026.

Syahrial kemudian dikenalkan oleh Azis kepada Stepanus Robin Pattuju selaku penyidik KPK. Stepanus Robin Pattuju diketahui sering datang ke rumah dinas Azis Syamsuddin.

Syahrial meminta Stepanus Robin agar membantu Syahrial dengan tidak menaikkan proses penyelidikan perkara jual beli jabatan di Pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan Syahrial ke tingkat penyidikan sehingga dia tetap bisa mengikuti Pilkada Tanjungbalai.

Stepanus Robin lantas menghubungi temannya bernama Maskur Husain yang merupakan seorang advokat dan menyampaikan ada permintaan bantuan untuk mengurus perkara dari daerah Tanjungbalai, Sumatera Utara.

Maskur kemudian menyanggupi dan membantu pengurusan perkara tersebut asalkan ada dananya sebesar Rp1,5 miliar. Permintaan Maskur tersebut disetujui Stepanus Robin untuk disampaikan ke Syahrial.

Atas permintaan tersebut, Stepanus Robin bersedia membantu dengan permintaan uang sejumlah Rp1,5 miliar untuk pengamanan perkara dan atas permintaan uang itu, Stepanus Robin sudah melaporkan ke Azis Syamsuddin.

Setelah itu Stepanus Robin menyampaikan Syahrial bahwa ia sudah mengamankan supaya Tim Penyidik KPK tidak jadi ke Tanjungbalai dengan mengatakan "Perkara Pak Wali sudah aman".

Selanjutnya pada sekitar Januari 2021 dan Februari 2021, Stepanus Robin juga menyampaikan kepada Syahrial bahwa perkara yang sedang ditangani KPK mengenai dugaan jual beli jabatan di pemerintahan Kota Tanjungbalai yang melibatkan Syahrial sudah diamankan oleh Stepanus Robin.

Syahrial lalu memberikan uang secara bertahap dengan total sejumlah Rp1,695 miliar kepada Stepanus Robin Pattuju dan Maskur Husain yaitu pertama pada 17 November 2020 sampai 12 April 2021 ke rekening BCA atas nama Riefka Amalia sejumlah Rp1,275 miliar.

Kedua, pemberian uang secara transfer kepada Stepanus Robin dan Maskur Husain secara bertahap pada 22 Desember 2020 ke rekening BCA atas nama Maskur Husain sejumlah Rp200 juta.

Wali Kota Tanjungbalai H Muhammad Syahrial Batubara (Antaranews)
Wali Kota Tanjungbalai H Muhammad Syahrial Batubara (Antaranews)

Ketiga, pemberian uang secara tunai sejumlah Rp220 juta kepada Stepanus Robin dan Masku Husain pada 25 Desember 2020 sejumlah Rp210 juta di rumah makan warung kopi mie Balap di Kota Pematang Siantar, selanjutnya uang tersebut diserahkan Stepanus Robin kepada Maskur Husain dan pada Maret 2021, Syahrial memberikan uang kepada Stepanus Robin sejumlah Rp10 juta di Bandara Kualanamu Medan.

Sosok H Syahrial

Syahrial sendiri sempat menjadi wali kota termuda, sebelum menantu Jokowi, Bobby Nasution terpilih jadi Wali Kota Medan. 

Syahrial lahir di Tanjungbalai, 17 Agustus 1988. Ia sudah menjadi Wali Kota Tanjung Balai sejak 17 Februari 2016. Saat itu, usianya baru 28 tahun. (Sementara Bobby Nasution, lahir pada 5 Juli 1991 di Medan. Usianya 30 tahun saat mulai menjabat Wali Kota Medan).

Syahrial merupakan anak ke-5 dari enam bersaudara dari pasangan H Zulkifli Amsar Batubara dan Hj Salmah Saragih. 

Sebelum jadi wali kota Tanjungbalai, Syahrial terlebih dahulu menjadi Ketua DPRD Kota Tanjung Balai periode 2014-2015.

Ia hanya sempat menjabat Ketua DPRD selama 12 bulan, sebelum terpilih sebagai Wali Kota Tanjung Balai berpasangan dengan H Ismail menggantikan H Thamrin Munthe.

Syahrial juga telah mendapatkan pengakuan dari Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Wali Kota Termuda pada 27 April 2017 di Jakarta yang diserahkan langsung oleh Pendiri MURI Jaya Suprana. 

Syahrial punya visi "Mewujudkan Kota Tanjung Balai yang berprestasi, religius, sejahtera, indah dan harmonis".

Sementara misinya: melaksanakan tata kelola pemerintahan yang baik untuk mencapai prestasi di berbagai bidang pembangunan dengan mengedepankan pelayanan prima yang berorientasi pada pelayanan publik, membina dan memajukan kehidupan umat beragama menuju masyarakat yang religius dan berakhlak mulia.

Artikel Menarik Lainnya:

Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US