The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

KPAI Minta Pemerintah Lindungi dan Penuhi Hak Kesehatan Anak dari Paparan Rokok
Ilustrasi Rokok. (photo/Unsplash/Mikael Seegen/ilustrasi)
News

KPAI Minta Pemerintah Lindungi dan Penuhi Hak Kesehatan Anak dari Paparan Rokok

Selasa, 24 Agustus 2021 23:56 WIB 24 Agustus 2021, 23:56 WIB

INDOZONE.ID - Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) meminta pemerintah untuk memenuhi hak kesehatan kepada anak termasuk menghindarkan dari paparan rokok.

"Ini harus kita dorong bagaimana negara menghadirkan hak-hak anak termasuk hak kesehatan," Kata Anggota KPAI Jasra Putra dalam webinar "Diseminasi Industri Rokok, Meraup Keuntungan Ganda Dari Anak",  Selasa (24/8) dikutip dari ANTARA.

Jasra mengatakan upaya tersebut masih menghadapi tantangan karena adanya kebiasaan untuk merokok di tengah lingkungan masyarakat atau keluarga.

Tantangan ini menjadi semakin berat ketika sebagian besar anak lebih banyak berada di rumah karena berbagai pembatasan akibat pandemi COVID-19.

"Problem asap rokok diantaranya anak-anak sebagian besar di rumah, tantangan besar terkait hak hidup dan pertumbuhan dan perkembangan," katanya.

Salah satu upaya yang terus dilakukan adalah melakukan edukasi terhadap keluarga-keluarga agar mau melindungi hak-hak anak termasuk bagi keluarga-keluarga yang mendapatkan penghasilan dari industri tembakau dan rokok.

Baca juga: Inggris Sudah Evakuasi Lebih dari 7 Ribu Orang dari Afghanistan

Jasra mengatakan pihaknya terus melakukan sosialisasi bahaya rokok bagi anak dengan mendorong anak-anak untuk menjadi pelopor dan pelapor.

"Kita ada Forum Anak, dari tingkat nasional sampai kabupaten, kota, kelurahan," katanya.

Menurutnya perokok anak dan remaja merupakan konsumen masa depan bagi industri rokok sehingga jumlahnya perlu ditekan.

"Jika para remaja tidak merokok, maka industri (rokok) akan tutup," katanya.

KPAI juga meminta pemerintah daerah mengawasi agar anak-anak di keluarganya tidak terpapar oleh hal-hal yang dapat mengganggu kesehatannya.

"Pemda agar awasi anak-anak ini tidak terpapar dengan situasi kesehatan buruk," katanya.

Pihaknya mengapresiasi pemerintah yang telah mengeluarkan Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2021 tentang Kebijakan Kabupaten/ Kota Layak Anak yang salah satunya memuat tentang Kawasan Tanpa Rokok.

Namun saat ini baru 324 kabupaten/kota yang memiliki peraturan daerah terkait Kawasan Tanpa Rokok.

"Pada 2024, targetnya 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia punya perda/ perwali/ perbupati terkait KTR," katanya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US