BI Lelet Respon Kodisi Global, Bunga KPR Masih Tinggi
Kawasan perumahaan. (PUPR)
News

BI Lelet Respon Kodisi Global, Bunga KPR Masih Tinggi

Duh, emang bikin berat bunga KPR itu!

Jumat, 18 Oktober 2019 09:22 WIB 18 Oktober 2019, 09:22 WIB

INDOZONE.ID - Bank Indonesia (BI) diminta lebih cepat lagi dalam merespon kebijakan moneter global, agar kondisi perekonomian Indonesia tidak ikut terseret arus pelemahan ekonomi dunia.

Meski BI telah merespon kebijakan moneter Bank sentral Amerika (The Fed) dengan memangkas suku bunga BI 7-Days Reverse Repo Rate selama 3 bulan berturut-turut, namunInstitut Development for Economics and Finance (Indef), menilai respon BI tersebut terlalu lambat.

Lambatnya respon Bank Sentral, ditegaskan Indef, sudah terlanjur dirasakan di domestik. Contohnya, tingkat suku bunga kredit perbankan, salah satunya Kredit Pemilikan Rumah (KPR), dirasakan masih sangat tinggi.

Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad menegaskan, stimulus berupa penurunan suku bunga kredit, diperlukan untuk menjaga tingkat konsumsi masyarakat berada di level baik agar pertumbuhan ekonomi tetap berada di level 5 persen. 

"Tidak nyambungnya dengan moneter itu ketika suku bunga perbankan itu telat mengantisipasi itu, terutama BI 7-Days Repo Rate. Harusnya dia lebih dulu, sebelum bank-bank internasional lain menurunkan, BI lebih cepat menurunkan itu," ujar kepada Indozone.id, Kamis (17/10). 

Tauhid mengkritik, kebijakan moneter di Indonesia, tidak sinkron atau sejalan dengan kebijakan fiskal yang dikeluarkan. Padahal, transisi antara kebijakan BI 7-Days Reverse Repo Rate ke suku bunga kredit bank itu sekitar 3-4 bulan. 

"Jadi ketika mau ekspansi fiskal jalan, kebijakan moneternya berjalan lambat, ini jadi gayung tak bersambut," katanya. 

Ia mencontohkan, saat ini pemerintah tengah menggenjot pertumbuhan kredit khususnya di sektor perumahan, dengan cara melakukan ekspansi di sektor lain seperti peningkatan infrastruktur dasar untuk mendukung sektor perumahan. 

Namun demikian, lanjut ia, hal itu sia-sia karena secara moneter, suku bunga kredit perumahan masih tinggi karena respon yang lambat. Padahal, sinyal The Fed bakal melakukan pemangkasan suku bunga sudah jauh-jauh hari.

"Jadi upaya menggenjot investasi melalui kredit itu jadi gayung tak bersambut. Seharusnya sebelum ngomongin ekspansi fiskal, BI sudah merespon nih, jangan nunggu lama-lama. (SN)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
alwan
Alwan Ridha R
alwan

Alwan

Editor
Alwan Ridha R

Alwan Ridha R

Reporter
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU