The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Heboh di Medsos Penyebab Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh karena Full Stall, Ini Tanggapan KNKT 
Petugas KNKT memindahkan Flight Data Recorder (FDR) pesawat Sriwijaya Air PK-CLC dengan nomor penerbangan SJ-182 yang jatuh di perairan Pulau Seribu, di Dermaga JICT, Jakarta. (Akbar Nugroho Gumay)
News

Heboh di Medsos Penyebab Sriwijaya Air SJ-182 Jatuh karena Full Stall, Ini Tanggapan KNKT 

Viral di medsos.

Rabu, 03 Februari 2021 15:23 WIB 03 Februari 2021, 15:23 WIB

INDOZONE.ID - Jagat media sosial dihebohkan oleh pernyataan seorang Youtuber bernama Vincent Hulu yang menyatakan pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mengalami full stall. Namun belakangan, channel dan video Vincent Hulu hilang. Melalui channel barunya, Vincent Hulu Real, ia meminta maaf atas pernyataanya tersebut.

Menanggapi video Youtuber tersebut, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono membantah pesawat Sriwijaya Air SJ-182 mengalami full stall.

Baca juga: Viral Niat Penelitian untuk Skripsi, Cewek Ini Malah Dapat Jodoh, Netizen: Mulus Jodohnya

“Ada dua media sosial yang mengatakan ada kejanggalan pada pukul 7.40 UTC (14.40 WIB) pesawat Boeing 737 dengan kecepatan 115 knot secara teoretikal itu sudah ‘stall’ jadi ‘moment of truth’ pesawat ini sudah ‘stall’. Hal ini tidak benar,” ujar Soerjanto dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR di Jakarta seperti dilansir dari Antara, Rabu (3/2/2021).

Selain itu, pernyataan lain di media sosial menyebutkan bahwa berdasarkan ground speed 115 knots ini indikasi keras bahwa pesawat terkena full stall dan akan sulit direcover dengan ketinggian seperti itu.

Dalam kesempatan itu, Soerjanto menjelaskan, data kotak hitam Flight Data Recorder (FDR) menunjukkan sejak ketinggian berkurang, kecepatan pesawat bertambah, sedangkan kecepatan 115 knots di data flightradar.24 merupakan ground speed.

Soerjanto menuturkan, pada temuan awal menunjukkan puing pesawat tipe Boeing 737-500 itu tersebar di lebar 80 meter, panjang 110 meter kedalaman 16-23 meter di mana beberapa bagian mewakili seluruh bagian di depan hingga belakang.

“Pesawat ini tidak mengalami ledakan sebelum membentur air. Pesawat secara utuh membentur air, tidak ada pecah di udara,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, mesin di turbin masih dalam keadaan hidup, kondisinya rontok ada indikasi masih berputar ketika membentur air.

KNKT telah mengunduh data kotak hitam Flight Data Recorder pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sejak ditemukan pada 13 Januari 2021. Terdapat 370 parameter dan semua dalam kondisi baik. Sebelum pengunduhan data, perlu ada perlakuan (treatment) khusus yang harus dilakukan.


Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah
JOIN US
JOIN US