The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Air Nav: Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Berbelok ke Kiri untuk Hindari Cuaca
Pesawat Sriwijaya Air (Instagram/@sriwijayaair)
News

Air Nav: Sriwijaya Air SJ-182 Sempat Berbelok ke Kiri untuk Hindari Cuaca

Penyebab jatuhnya Sriwijaya Air

Rabu, 03 Februari 2021 17:15 WIB 03 Februari 2021, 17:15 WIB

INDOZONE.ID - Penyebab jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182 di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1/2021) masih jadi tanda tanya. Beberapa fakta sudah diungkapkan oleh pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) berdasarkan black box (kotak hitam) yang sudah ditemukan.

Fakta lain diungkapkan oleh Direktur Utama Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau Airnav Indonesia, M Pramintohadi Sukarno.

Dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi V DPR, ia mengungkap pesawat Sriwijaya Air SJ-182 sempat berbelok ke kiri sejauh 075 derajat untuk menghindari cuaca.

“Pada 14.38, SJ-182 meminta arah 075 derajat kepada ATC (Air Traffic Controller) dengan alasan cuaca, dan diizinkan untuk diinstruksikan naik ke ketinggian ke 11.000 kaki,” kata Pramintohadi seperti dilansir dari Antara, Rabu (3/1/2021).

Ia melanjutkan, di ketinggian 11.000 tersebut terdapat pesawat AirAsia menuju rute yang sama yaitu ke Pontianak.

“Saat diizinkan oeh ATC diinstruksikan naik ke ketinggian 11.000 kaki, ini memang dijawab pilot ‘clear’. Karena pada ketinggian sama ada pesawat sama yang akan terbang juga ke Pontianak, yaitu AirAsia, saat ketinggian 10.600 kaki, diinstruksikan oleh ATC naik ke 13.000 kaki dan masih direspon baik oleh Sriwijaya SJ-182,” katanya.

Ia menuturkan selama proses komunikasi dengan ATC sejak 14.36 WIB hingga 14.29 WIB tidak ada laporan kondisi pesawat tidak normal.

“Semua berlangsung dengan normal,” ujarnya.

Namun, pada pukul 14.39, lanjut dia, Sriwijaya Air SJ-182 terpantau di layar radar ATC berbelok ke kiri arah Barat laut, seharusnya ke arah kanan 075 derajat. Pada 14.40 WIB, ATC melakukan konfirmasi arah, namun tidak ada respon dan target hilang dari layar radar.

“ATC berusaha memanggil berulang kali sampai 11 kali dibantu oleh penerbangan lain, penerbangan Garuda untuk melakukan komunikasi dengan SJ-182 namun tidak ada respon. Demikian terjadi dari 14.36 sampai dengan 14.40,” papar.

Sementara itu, dalam kesempatan sama, Ketua Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Soerjanto Tjahjono mengatakan pilot sempat mengubah mode autopilot dari yang sudah diprogram sebelumnya.

“Selanjutnya pesawat mulai berbelok ke kiri secara perlahan sampai pesawat akhirnya menukik ke bawah hingga ke membentur permukaan laut,” ujarnya.

Artikel menarik lainnya

TAG
Susi Fatimah

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US