The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Alihkan 4.599 Kendaraan ke GT Karawang Barat
Petugas memeriksa dokumen saat penyekatan arus balik yang akan masuk ke Jakarta di Gerbang Tol Cikupa di gerbang tol Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)
News

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Alihkan 4.599 Kendaraan ke GT Karawang Barat

Tak melengkapi SIKM.

Sabtu, 30 Mei 2020 10:55 WIB 30 Mei 2020, 10:55 WIB

INDOZONE.ID - PT Jasa Marga (Persero) Tbk bersama pihak Kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mencatat sebanyak 4.599 kendaraan menuju Jakarta dialihkan ke Gerbang Tol (GT) Karawang Barat, check point KK 47B Karawang Barat Jalan Tol Jakarta-Cikampek. 

Proses itu dilakukan pada hari kedua hingga ketiga setelah Lebaran 2020 atau tepatnya pada 25-28 Mei 2020.

General Manager Representative Office 1 Jasamarga Transjawa Tollroad, Widiyatmiko Nursejati, mengatakan bahwa dari total 4.599 kendaraan yang dialihkan pada H2 hingga H+3 Lebaran 2020 tersebut, sebanyak 226 adalah kendaraan angkutan penumpang dan 4.373 kendaraan pribadi.

"Di check point diberlakukan proses pengecekan dokumen perjalanan kendaraan pribadi yang menuju ke arah Jakarta oleh petugas Kepolisian dan Dinas Perhubungan," kata Widiyatmiko di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Alihkan 4.599 Kendaraan ke GT Karawang Barat
Petugas memeriksa dokumen saat penyekatan arus balik yang akan masuk ke Jakarta di Gerbang Tol Cikupa di gerbang tol Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Widiyatmiko menambahkan, bahwa kendaraan pribadi yang tidak memiliki dokumen lengkap sesuai dengan syarat perjalanan dikeluarkan ke akses Karawang Barat Km 47 untuk kembali ke arah Cikampek.

Jasa Marga pun mengimbau kepada pengguna jalan tol untuk berpartisipasi aktif dalam mencegah penularan virus corona (Covid-19).

"Batasi perjalanan dan jaga jarak, keluar rumah hanya untuk keadaan yang mendesak, serta wajib mengenakan masker jika harus beraktivitas di luar rumah," ujarnya.

Sementara itu, Kemenhub telah menyiapkan langkah antisipasi menghadapi adanya potensi lonjakan arus balik pada masa pasca Idulfitri 1441 Hijriyah yang diprediksi terjadi antara hari ini, Sabtu, 30 Mei 2020 hingga 1 Juni 2020.

"Kami bersama stakeholder terkait telah menyiapkan langkah-langkah antisipasi adanya potensi lonjakan arus balik, dengan mengacu pada Permenhub 25/2020, SE Gugus Tugas 5/2020 dan Pergub DKI Jakarta 47/2020. Fokus kami adalah pengawasan potensi puncak arus balik khususnya yang melalui jalur darat," kata Juru Bicara Kemenhub, Adita Irawati di Jakarta, Sabtu (30/5/2020).

Arus Balik Lebaran, Jasa Marga Alihkan 4.599 Kendaraan ke GT Karawang Barat
Petugas memeriksa dokumen saat penyekatan arus balik yang akan masuk ke Jakarta di Gerbang Tol Cikupa di gerbang tol Cikupa, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). (INDOZONE/Arya Manggala)

Adita mengungkapkan, ada tiga hari yang diprediksi terjadi puncak arus balik yaitu pada 30-31 Mei 2020 dan 1 Juni 2020, karena waktu tersebut merupakan hari libur yang biasa dimanfaatkan oleh masyarakat untuk melakukan perjalanan arus balik dari kampung halaman ke kota besar seperti Jakarta, setelah sebelumnya merayakan hari raya Idulfitri di kampung halaman serta bersiap kembali untuk bekerja.

"Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan untuk melarang kegiatan mudik dan balik, serta meminta masyarakat untuk menunda dulu keinginannya kembali ke Jakarta jika tidak memiliki kepentingan mendesak, dalam rangka mencegah kembali terjadi penyebaran Covid-19 di Jakarta," jelasnya.

Karena itu, lanjut Adita, Kemenhub bersama tim gabungan melakukan pengetatan pengawasan untuk memastikan orang-orang yang melakukan perjalanan adalah hanya mereka yang memenuhi kriteria dan syarat yang ditentukan sesuai Surat Edaran (SE) Gugus Tugas dan Pergub DKI Jakarta 47/2020 tentang Surat Izin Keluar/Masuk DKI Jakarta (SIKM).

Kemenhub juga memprediksi kendaraan yang akan melakukan perjalanan pada arus balik tahun 2020 sebesar 284.892 kendaraan mobil dan 814.835 sepeda motor mulai dari H+1 atau 26 Mei hingga H+6 atau 31 Mei 2020. Sementara pada arus balik tahun 2019, tercatat sebanyak 2.260.859 kendaraan mobil dan 554.488 sepeda motor.

"Dari prediksi tersebut, disatu sisi jumlah kendaraan mobil jumlahnya menurun sangat signifikan dibanding tahun lalu. Namun untuk sepeda motor diprediksi terjadi peningkatan yang cukup signifikan," ungkapnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Desika Pemita
Yulia Marianti
Murti Ali Lingga
JOIN US
JOIN US